Rekrutmen Guru Honorer di NTB Tunggu Formasi CPNS

MATARAM – Rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hendak melakukan perekrutan guru honorer tingkat SMA, SMK dan SLB sebanyak 5.200 orang, untuk mencukupi kekurangan guru di sejumlah sekolah pada Desember 2017 lalu, ditunda.

Penundaan tersebut dilakukan menyusul adanya pembukaan penerimaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kemen PAN RB pada 2018. “Sementara perekrutan guru honorer kita tunda dulu, tunggu formasi CPNS dulu, biarkan pasti dulu dan informasinya NTB juga dapat formasi, khususnya tenaga guru”, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhammad Suruji, di Mataram, Kamis (18/1/2018).

Selain penundaan perekrutan guru honorer, mutasi guru yang awalnya direncanakan serentak juga akan dilakukan secara bertahap, sebab kalau dilakukan mutasi secara serentak, dikhawatirkan akan mengacaukan formasi CPNS.

Dikatakan, awalnya Dikbud menskenariokan akan melakukan mutasi guru sebanyak 1.260 orang secara bersamaan. “Hasil klarifikasi dengan BKD, di NTB akan mendapatkan formasi CPNS. Dari formasi itu, sebagian besar merupakan guru. Dengan mutasi bertahap, bertujuan agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu”, katanya.

Suruji menambahkan, mutasi guru dilakukan agar terjadi pemerataan jumlah guru di NTB. Pemerataan pendidikan menjadi salah satu agenda penting yang harus dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Ali Rahim meminta kepada Dikbud NTB supaya semua guru honorer SMA/SMK mendapat surat keputusan (SK) untuk pengangkatan sebagai honorer daerah.

Dengan kebijakan tersebut, diharapkan semua guru honorer yang jumlahnya mencapai tujuh ribu lebih tersebut bisa tetap mengajar dan tidak sampai diberhentikan, karena banyak di antaranya sudah mengajar lama, tapi oleh Dikbud NTB hanya akan menyeleksi 5.200 dari jumlah yang ada, disesuaikan kebutuhan.

Lihat juga...