Nanda Menjaga Perlintasan Kereta Cawang demi Menolong Sesama
JAKARTA — Jika lewat perlintasan kereta yang tidak dijaga, kita tentu was-was melewatinya karena tidak adanya kepastian kereta lewat. Sebab perlintasan kereta yang tidak dijaga sering terjadi kecelakaan. Kondisi ini membuat warga berinisiatif mengisi kekosongan itu.
Misalnya saja pada perlintasan kereta dekat Stasiun Cawang ada yang menjaganya. Orang yang melintas tidak lagi was-was.
Nanda, salah seorang penjaga perlintasan kereta dekat Stasiun Cawang. Ia jeli menciptakan peluang pekerjaan. Karena menjadi penjaga perlintasan kereta itu cukup penghasilannya.
Setiap hari, banyak orang lewat, baik jalan kaki maupun naik motor, dan banyak juga orang yang memberikan imbalan dengan memasukkan uang ke kotak yang telah disediakan.
Memang selalu ada peluang pekerjaan kalau mau berusaha. Bahkan menjadi penjaga perlintasan kereta itu bekerja sekaligus juga menolong banyak orang yang lewat perlintasan kereta.
Dari bekerja menjaga perlintasan kereta, Nanda mendapat penghasilan yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Alhamdulillah, penghasilannya cukup, “ kata Nanda, penjaga perlintasan kereta, kepada Cendana News, beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut, Nanda menerangkan, penghasilannya kalau dirata-rata tiap hari Rp200 ribu. “Dari 200 ribu tentu kita bagi dengan penjaga lainnya. Kita bertiga yang jaga, serta ada juga untuk Bu RT,” terangnya.
Menurut Nanda, ide menjaga perlintasan kereta itu dari Ibu RT. “Makanya kita bagi penhasilang dengan Ibu RT,” ungkapnya.
Menjadi penjaga perlintasan kereta bagi Nanda adalah bekerja sekaligus juga menolong banyak orang yang lewat perlintasan kereta. “Alhamdulillah, selama kita menjaga tidak ada kecelakaan,” tuturnya bersyukur.
“Dulu kata orang di sini pernah ada yang lewat perlintasan mengalami kecelakaan,” imbuhnya.
Tak jauh dari perlintasan kereta yang dijaga Nanda, terdapat perlintasan kereta yang rawan kecelakaan, karena tidak ada orang menjaga seperti yang dilakukannya.
“Perlintasan sebelah tampak sepi karena siapa yang mau lewat kalau tidak terjamin keamanannya, “ katanya.
Nanda sudah cukup lama bekerja menjaga perlintasan kereta. “Ya, cukup lama juga, hampir tiga tahun,” begitu pengakuannya.
Hidup harus saling tolong-menolong, demikian prinsip yang dipegang Nanda, Selama kerja menjaga perlintasan kereta, ia mengaku, selalu ada saja rezekinya yang tak terduga-duga.
“Banyak orang yang lewat memberi imbalan. Ya seikhlasnya saja. Kita tidak memaksa. Tahu-tahu kotaknya terisi penuh, Alhamdulillah, “ bebernya.
Nanda memang tidak terlalu berharap orang-orang yang lewat memberi imbalan, tapi tentu harus ada pengertian. “Saya di sini jaga juga termasuk kerja, seperti orang-orang yang lewat perlintasan yang kebanyakan berangkat kerja “ tegasnya.
Tak gampang memang untuk menjadi penjaga perlintasan kereta. “Kita harus selalu siaga dan waspada, melihat dari kejauhan kereta akan lewat, barulah perlintasan kereta ini ditutup, demi menjaga keamanan orang yang lewat perlintasan kereta, “ tandasnya.
