Koleksi HB Jassin Resmi Beralih ke Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA —- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menandatangani serah terima Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin kepada Pemerintah Provinsi DKI. Seluruh koleksi milik PDS HB Jassin akan beralih ke Pemprov.
Menurut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto serah terima ini merupakan wujud dari kepedulian Pemprov adanya kesamaan pandang antara HB Jassin.
“Kita semua sepakat bahwa nilai-nilai karya sastra yang ada di HB Jassin ini sangat bernilai dan luar biasa, tidak ternilai. Oleh karena itu kami sudah membicarakan sejak lama untuk pertama menjaga kelestariannya. Harapan Pak Gubernur Yayasan HB Jassin dapat lebih meningkat lagi dan diharapkan jadi pusat dokumentasi sastra tingkat regional bahkan dunia,” ucap Catur yang mewakilkan Gubernur Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).
Lanjutnya, dengan adanya penandatangan serah terima ini, maka seluruh koleksi yang selama ini ada di HB Jassin berikut perlengkapan-perlengkapan lainnya akan beralih ke Pemprov DKI Jakarta termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).
Penyerahan ini tidak berarti bahwa Pusat Dokumentasi HB Jassin sepenuhnya menyerahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dalam arti tidak ada hubungan lagi dengan Yayasan.
“Tidak. Kita sepakat bahwa kita akan sama-sama berkoordinasi bekerja sama dan sinergi di dalam rangka lebih mengembangkan lagi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin,” tuturnya.
Sementara, penyair Taufiq Ismail menyambut baik dengan upaya Anies Baswedan kembali memberi nafas baru untuk pusat dokumentasi. Dia menilai langkah ini tepat sebab menurutnya karya sastra di Indonesia harus diselamatkan.
“Apa yang terjadi hari ini luar biasa sudah berapa tahun ini telantar. Dunia sastra ini melalui HB Jassin selama ini merasa ditelantarkan. Jadi ini hebat dan dia (Anies) cepat,” ucap Taufiq.
Lanjutnya, di dalam Pusat Dokumentasi HB Jassin ada 200 ribu judul buku yang dikumpulkan selama lebih dari 40 tahun. Kemudian naskah tersebut kini telah tersimpan dengan rapi.
“Anies Baswedan naik jadi gubernur, dia lihat ini dan tadi ditandatangani. Insha Allah ini akan berjalan baik. Mudah-mudahan ada bangunan baru dia sudah akan berjanji akan melakukan itu. Ini aset hebat di dunia sastra ini jarang terjadi selama 40 tahun lebih menyimpan dokumen sastra,” sambungnya.
Penandatangan tersebut dilakukan bertepatan dengan 100 hari masa kepemimpinan Anies-Sandi. Taufiq berharap di kepemimpinan yang baru bisa menata dan mengelola Jakarta lebih baik dari sebelumnya.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih pada Bapak Anies Baswedan. Saya berharap Jakarta bisa lebih baik lagi,” tutupnya.
