Film ‘Mata Dewa’ dari Kisah Nyata Pemain Basket Buta Sebelah 

JAKARTA – Pertama kalinya, olahraga basket difilmkan. Judulnya ‘Mata Dewa’. Sebuah film produksi Sinema Imaji bekerja sama dengan liga basket pelajar, DBL Indonesia, dan Shanaya Films yang diangkat dari kisah nyata pemain basket yang buta sebelah matanya.

“Film ini diangkat dari kisah nyata tentang seorang pemain basket DBL yang sebelah mata kirinya tidak berfungsi lagi,“ kata produser Avisena Soebli, di Lounge XXI Plaza Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Aves menerangkan, film ini memang kisah nyata yang kemudian dikembangkan menjadi fiksi. “Pastinya kita juga mencari tahu tentang kehidupan sebenarnya, hanya saja kita ubah menjadi lebih menarik,” terangnya.

Film arahan sutradara Andi Bachtiar Yusuf  ini dibintangi bintang-bintang muda berbakat, seperti Kenny Austin, Chelsea Agatha, Brandon Salim, Valerie Tifanka. Juga turut didukung bintang-bintang senior, seperti Nino Fernandez, Ariyo Wahab dan Dodit Mulyanto. Juga para pemain basket DBL turut berpatisipasi dalam film tersebut.

Kisahnya tentang siswa SMA dan pemain basket bernama Dewa yang diperankan oleh Kenny Austin. Ia tinggal di rumah susun dengan pamannya yang diperankan oleh Dodit Mulyanto. Dewa ingin membawa sekolah SMA-nya menjadi juara DBL untuk yang pertama kalinya. Dewa dan timnya harus berjuang sendirian, karena minimnya dukungan dari teman-teman dan pihak sekolah.

Suatu ketika, Dewa menolong wanita bernama Bening dari penjambretan. Mata kirinya dihajar preman yang mengakibatkan satu matanya tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga menghambat sebagai pemain basket. Karena itu, Dewa sempat frustasi, tapi kemudian bangkit berjuang demi sekolah SMA-nya, yang kemudian menjadi juara kompetisi basket DBL.

Kenny Austin yang berperan sebagai Dewa, menyampaikan, bahwa Dewa berasal dari keluarga sederhana. “Dia ditinggal oleh orang tuanya dan tinggal dengan pamannya. Dia anak SMA yang ambius yang sampai dianggap egois dan sombong oleh teman-teman satu tim basketnya. Dia ingin merasakan sekolahnya menang,“ paparnya.

Walau keterbatasan fisik, Dewa yang buta sebelah matanya, tapi ingin berusaha tim sekolahnya menang. “Dia orangnya pantang menyerah,“ tegasnya.

Kalau punya mimpi, kata Dewa, kejarlah pasti mimpinya dapat diraih. Seperti Dewa yang punya kelemahan fisik, buta mata sebelah kirinya, tapi berusaha keras untuk dapat meraih mimpinya. “Kalau  mau berusaha pasti ada jalan,“ tandasnya.

Lihat juga...