Dampak Hujan, Produksi dan Kualitas Durian Lamsel, Turun

LAMPUNG – Musim durian sudah mulai berlangsung di sebagian wilayah Lampung Selatan (Lamsel) dengan membanjirnya para pedagang durian musiman di sejumlah tempat penjualan durian di antaranya di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

Membanjirnya buah durian dari sejumlah wilayah di Lampung dan sebagian berasal dari Jambi serta Palembang diakui oleh Muksin (50) memiliki kualitas yang menurun dibandingkan musim panen tahun sebelumnya.

Muksin warga Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi memperlihatkan sebagian durian yang jatuh akibat faktor cuaca [Foto: Henk Widi]
Curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir, diakui Muksin, berdampak pada cita rasa buah durian yang disebutnya memiliki level rasa manis lebih rendah dari masa panen sebelumnya.

Meski demikian, sejumlah pengepul durian disebutnya masih menjual buah durian yang dimatangkan dengan sistem pemeraman mempergunakan karbit. Selain rasa yang tidak manis atau hambar, akibat hujan produksi buah miliknya juga menurun.

“Karena faktor hujan saat proses pembungaan sebagian rontok. Pada saat buah durian masih muda kalaupun ditunggu sampai tua rasa daging buah durian tidak manis karena kadar air cukup tinggi. Berbeda saat musim durian jatuh pada musim kemarau,” terang Muksin, salah satu pemilik kebun durian di Dusun Kayu Tabu Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Selasa (9/1/2018).

Muksin yang memiliki tanaman buah durian sebanyak 150 batang tersebut mengaku menanam sebanyak lima jenis durian lokal di antaranya dikenal dengan durian dukat, durian keong, durian petruk, durian bubur dan durian bokor.

Sebagian pohon durian milik Muksin didominasi jenis durian gombreng [Foto: Henk Widi]
Tingkat kemanisan buah durian yang diuji menggunakan alat ukur refraktometer brix serta uji manual pada durian, diakuinya, sangat terpengaruh dengan faktor curah hujan.

Tingkat kemanisan buah tersebut juga ikut berpengaruh pada harga jual di tingkat pengepul dengan penjualan sistem tebas pohon atau membeli secara borongan untuk dipanen ketika durian sudah mulai tua.

Sebanyak 100 batang pohon durian disebutnya sudah dibeli dengan sistem tebas sisanya dipanen untuk keluarga dan kerabat. Satu pohon durian dengan rata-rata berbuah 80 hingga 100 buah per pohon, pada musim buah durian Januari hingga Februari hanya mampu berbuah 50 hingga 70 buah.

“Pembeli akan mengecek berapa jumlah buah yang ada di pohon sehingga estimasi harga bisa dikalkulasikan termasuk perhitungan rasa buah ikut mempengaruhi nilai pembelian,” beber Muksin.

Satu pohon buah durian pada masa berbuah musim kemarau kerap ditebas Rp800 ribu hingga Rp1 juta per pohon untuk 100 pohon. Dirinya bisa memperoleh Rp80 juta terutama dalam kondisi buah bagus dan rasa manis.

Namun saat kondisi buah sedang tidak manis, kali ini, maksimal hanya memperoleh Rp50 juta dari sistem penjualan borongan akibat kuantitas buah menurun termasuk rasa durian.

Durian lokal yang ditanam dengan sistem tanam biji dan sebagian sambung pucuk serta cangkok tersebut, diakui Muksin, sebagian besar sudah berusia lebih dari 20 tahun ditanam dengan sistem multikultur tanaman cengkeh dan kakao.

Saat musim hujan, ia menyebut, bakal buah durian atau dikenal dengan pentil-pentil buah kerap rontok ditambah kondisi angin kencang melanda dari wilayah pesisir laut Selat Sunda.

“Pemilik kebun, pedagang akan sama-sama paham kalau musim durian kali ini ukurannya kecil dan rasanya tidak manis sehingga harga juga lebih rendah,” terang Muksin.

Sebagian pedagang buah dengan modal besar juga mulai berspekulasi dengan melakukan pemanenan sistem unduh massal terutama saat ditandai ada buah durian yang sudah mulai jatuh atau dikenal dengan durian jatuhan. Buah durian yang sudah tua sebagian dimatangkan dengan proses pemeraman.

Kondisi tersebut kerap membuat kualitas durian yang dijual memiliki tingkat kematangan yang rendah sehingga pembeli harus jeli memilih buah durian. Sebagian penjual durian disebutnya kerap menyediakan buah durian untuk mengetes rasa sehingga konsumen bisa merasakan durian tersebut manis atau tidak.

Meski kualitas buah durian hasil panen pekebun di Lampung Selatan tengah menurun dari sisi kualitas dan kuantitas, harga buah durian terbilang masih tinggi. Harga buah durian lokal di beberapa lapak penjualan durian per gandeng berisi dua buah durian dijual Rp35.000 hingga Rp50.000 dengan tetap mengandalkan kejelian pembeli agar memperoleh buah durian dengan rasa yang manis.

Muksin melakukan proses pemanenan durian mempergunakan galah bambu [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...