Pedagang di Kawasan Jalinsum Buka 24 Jam, Maksimalkan Penghasilan
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG, Cendana News – Gelombang arus balik Lebaran Idul Fitri 2022/ 1443 Hijriah menjadi peluang meraup untung bagi para pedagang di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Lampung Selatan.
Para pedagang bahkan membuka warung atau tokonya hingga 24 jam untuk mendapatkan hasil maksimal.
Sejumlah pedagang oleh-oleh, tiket online, hingga warung makan dan bahan bakar eceran serta pelaku usaha jasa bengkel,marak di tepi Jalisum.
Ningsih, salah satu pedagang musiman, mengatakan sudah menyiapkan lapak dari bambu sepekan sebelum arus mudik Lebaran kemarin.
Dia menjual makanan, minuman, dan oleh-oleh sekaligus melayani penjualan tiket online selama 24 jam.
“Usaha keluarga selama mudik dan balik Lebaran kami bergantian jaga warung, agar bisa mendapatkan penghasilan maksimal,” kata Ningsih saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/5/2022).
Lapak Ningsih berjarak sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Ia dan keluarganya secara bergantian melayani pengendara yang mampir.
Sebab, sebelum masuk pelabuhan pengendara wajib membeli tiket online, dan sebagian sembari istrirahat.
Manulang, pemilik bengkel di kawasan yang sama juga membuka usahanya selama 24 jam. Menurutnya, pengendara dominan melakukan tambah angin dan tambal ban. Bengkelnya berada dua kilometer dari Pelabuhan Bakauheni dan permanen.
“Selama arus mudik-balik Lebaran kendaraan selalu ramai. Ribuan yang melintas. Sebagian butuh jasa tambah angin dan pemeriksaan kendaraan,” ungkapnya.
Peningkatan arus kendaraan balik asal Sumatera tujuan Jawa juga menguntungkan bagi usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Aceng Gusman, manajer SPBU Garuda Hitam di desa Kelawi, mengatakan pihaknya memaksimalkan peluang saat arus mudik dan balik Lebaran.
Selain pelayanan bahan bakar pertalite, pertamax, dan solar, fasilitas toilet, kantin dan tempat berjualan menjadi peluang usaha tambahan.
Menurutnya, sejumlah warga juga memanfaatkan momentum arus mudik-balik Lebaran untuk berjualan di sekitar SPBU.
“Pelaku usaha penjual oleh-oleh ada spot khusus, sehingga tetap bisa berjualan tanpa mengganggu lalu lintas,” kata Gusman.
Sementara itu, keuntungan penyedia jasa tiket online di luar pelabuhan terpantau melonjak.
Burhan, pemilik jasa penjualan tiket mengaku hanya mencari keuntungan sekitar Rp3.000 per transaksi. Sebanyak 100 transaksi penjualan tiket motor, mobil, pejalan kaki, truk, dengan aplikasi Ferizy.
Menurutnya, keuntungan kotor bisa mencapai Rp3 juta. Dipotong biaya operasional listrik, pulsa dan biaya lain, sehari ia masih bisa mengantongi laba Rp1,5 juta.
Pada hari biasa, ia mengaku penghasilan hanya ratusan ribu rupiah. Saat buka 24 jam selama arus mudik-balik Lebaran, keuntungannya pun berlipat.