Harga Beras Melejit, Pemkot Solo Gelar Operasi Pasar

SOLO – Tingginya harga beras di pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah, membuat masyarakat kian terjepit. Sebab, akibat masa panen yang sedikit tertunda, meningkatnya konsumsi masyarakat, membuat harga beras kian membumbung tinggi.

Pemerintah Kota Solo akhirnya menggelar Operasi Pasar (OP) untuk komoditi beras kualitas sedang. Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo menjelaskan, Operasi Pasar ini dilakukan karena melihat perkembangan harga beras di pasaran kian meresahkan. Sebab, harga beras di pasaran untuk kualitas medium mencapai Rp 11.300 per kilogram.

“Ada ketidakwajaran harga beras kualitas medium di pasaran, karena saat ini sudah mencapai Rp 11 ribu lebih. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan kementerian perdagangan adalah Rp 9.450 per kilogram,” katanya kepada awak media di sela Operasi Pasar di Pasar Gedhe Solo, Selasa (9/1/2018).

Menurut Subagyo, tingginya harga beras di pasaran diakibatkan meningkatnya konsumsi masyarakat. Sebab, saat Natal dan tahun baru, tingkat konsumsi makanan di Solo tergolong cukup tinggi. Terlebih, peningkatan konsumsi ini masih terjadi hingga pertengahan Januari 2018.

“Adanya kegiatan haul di Solo juga mengakibatkan konsumsi meningkat. Selain itu, musim hajatan warga juga mempengaruhi melonjaknya harga beras,” terangnya.

OP beras yang dilakukan kali ini akan diiringi dengan OP lanjutan hingga pertengahan Maret 2018 mendatang. Upaya ini sebagai antisipasi terus melejitnya harga beras disamping adanya keterlambatan panen di tingkat petani.

“Kita lakukan OP terus hingga Maret mendatang. Untuk stok beras, Bulog Solo telah memastikan aman,” imbuhnya.

Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia Surya Pranata menyatakan, setidaknya Bulog sudah menyiapkan 20 ton beras dengan kualitas medium untuk antisipasi melonjaknya harga beras. Stok untuk OP beras ini akan dilakukan di lima pasar tradisonal berbeda. “Yakni pasar Harjodiksumo, Rejosari, Nusukan, Legi, dan Pasar Gedhe,” jelas Titov.

Ditambahkan, sejuah ini Bulog Subdriv II Solo sudah mendistribusikan 10 ton untuk OP pada Desember 2017 lalu. Untuk harga beras kualitas medium yang dijual Bulog dan Pemkot adalah Rp 9. 350 per kilogram.

“Stok kita siap untuk memberikan kepada warga Solo agar tidak panik. Bulan Maret sudah ada panen, sehingga harga sudah kembali normal,” tandasnya.

Lihat juga...