Anak-Anak Difabel di Larantuka Dapat Kado Natal

LARANTUKA — Puluhan anak-anak Difabel di kota Larantuka kabupaten Flores Timur mendapat kado Natal dari donatur di Bekasi. Kado tersebut dibagikan saat perayaan Natal dan Tahun Baru bersama anak-anak Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Gereja Katolik Keuskupan Larantuka.

“Hari ini kami merayakan Natal dan Tahun Baru bersama anak-anak Difabel di kota Larantuka dimana kami membagi pakaian layak pakai yang merupakan sumbangan dari umat gereja paroki Santo Bartolomeus Bekasi,” ujar Romo Fransiskus Xaverius Hurint, Minggu (7/1/2017).

Kepada Cendana News, Romo Frans mengatakan, bertepatan dengan hari anak Misioner yang ke 175 tahun ini, Komisi Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Larantuka memprakarsasi acara Natal dan tahun Baru bersama anak-anak Difabel dan SEKAMI.

“Kami berinisiatif merayakan Natal bersama anak-anak Difabel sebab mereka merupakan orang-orang yang dikucilkan, orang-orang sederhana yang selama ini jarang diperhatikan. Kami berharap mereka juga bisa bergembira merayakan Natal bersama anak-anak sebaya mereka,” tuturnya.

Romo Fransiskus Xaverius Hurint ketua Komisi Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Larantuka. Foto : Ebed de Rosary

Romo Frans sebutkan bantuan berasal dari kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan, Keuskupan Larantiuka dan juga Komisi Karya Kepausan Indonesia serta sumbangan dana dari donatur lain, sehingga bisa menyelenggarakan acara Natal bersama kaum Difabel ini.

Besok, Senin (8/1/2017) papar Romo Frans, SEKAMI akan mengunjungi anak-anak Difabel di desa-desa guna memberikan bingkisan sebagai kado Natal sekaligus menghibur anak-anak Difabel dan anak-anak SEKAMi di desa-desa terpencil.

“Anak-anak di desa juga selama ini tidak merasakan suasana Natal yang penuh keramaian dan kegembiraan. Mereka juga merayakan hari raya dalam kesederhaan tanpa menggunakan pakaian yang baru seperti anak-anak di kota sebab orang tua mereka memiliki penghasilan terbatas,” terangnya.

Yohana Lamury ketua Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Difabel kabupaten Flores Timur kepada Cendana News mengatakan, pihaknya sengaja mengajak anak-anak Difabel yang selama ini hidup di tengah keluarga agar mereka bisa mengenal lebih dekat teman-teman mereka di tempat lain dan juga anak-anak panti asuhan.

“Kami sengaja melibatkan anak-anak SEKAMI agar mereka juga bisa menghargai dan mencintai sesama mereka anak-anak Difabel. Ini juga mengajarkan kepada anak-anak agar saling berbagai dan peduli satu sama lainnya,” sebut mama Yo sapaannya.

Lihat juga...