Warga Klaten Gelar Fashion Show Berbahan Dasar Sampah
SOLO — Tidak hanya dengan menanam pohon maupun susur sungai. Memanfaatkan barang bekas, seperti yang dilakukan warga Klaten, Solo, Jawa Tengah, yang mengubah sampah menjadi busana juga bisa sebagai wujud cinta terhadap lingkungan.
Baca juga: Kotabaru Belajar Kelola Sampah ke Balikpapan
Melalui fashion show, sejumlah pelajar di Klaten ingin memberikan pesan, jika sampah plastik yang biasanya hanya dibuang justru dapat disulap menjadi gaun yang indah.

“Kita ingin memberikan informasi, jika sampah yang identik kotor dan menjijikkan ternyata bisa diubah menjadi busana yang cantik,” kata Ratri, salah satu warga Klaten pembuat baju dari sampah, Rabu (15/11/2017).
Menurut dia, melalui fashion show baju dari sampah ini, dirinya berharap akan banyak masyarakat yang akan tertarik.
“Harapannya dengan semakin banyak warga yang mengelola, maka keberadaan sampah akan semakin berkurang dan lingkungan semakin bersih,” lanjut Ratri.
Selain itu, sampah yang telah diubah menjadi baju ternyata mampu menambah ekonomi masyarakat.
“Ini yang harus digalakkan,” tekan dia.
Setidaknya terdapat belasan peserta dalam fashion show ini. Mereka sebagian berasal dari pelajar, sebagian dari anak-anak. Peserta mengaku sangat antusias dengan baju yang dibuat dari sampah.
“Dari plastik bekas kemasan ternyata bisa menjadi pernak-pernik dan warna menarik,” kata Puspita, salah satu peserta.
Baca juga: Di Sleman, Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak Tegas

Fashion show yang memamerkan berbagai busana hasil daur ulang sampah ini dibuat oleh seluruh peserta sendiri. Tak hanya memamerkan krativitas saja, melainkan sebagai upaya kampanye kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan saya agar masyarakat turut tergerak untuk mendukung program pengelolaan sampah, agar lingkungan menjadi bersih dan sehat,” tandasnya.