Dua Oknum Polisi Banjarbaru Terbukti Memukuli Terlapor

BANJARBARU — Polres Banjarbaru menetapkan sanksi disiplin terhadap dua oknum polisi yang bertugas di Mapolsek Banjarbaru Kota, setelah terbukti memukuli pelaku perusakan kursi taman, Hairil Fajar (20). Dua oknum polisi itu berinisial Brigadir R dan I.

Baca juga: 100 Ribu Hektare Lahan Rawa di Kalsel Diproduktifkan

Kepala Polres Banjarbaru, Ajun Komisaris Besar Kelana Jaya menuturkan, sejatinya ada delapan oknum yang sempat diperiksa namun dua yang terbukti memukul bagian wajah Hairil Fajar, tidak ada penendangan dan penyumpalan rokok.

“Yang pasti ada pemukulan di wajah, visum sudah kami terima dari rumah sakit,” ujar AKBP Kelana Jaya kepada wartawan di Mapolres Banjarbaru, Rabu (15/11/2017).

Menurut Kelana, pemukulan disebabkan Hairil tanpa izin meninggalkan Mapolsek Banjarbaru Kota selepas subuh.

Dari empat orang itu, polisi hanya menemukan Hairil Fajar sedang keluyuran di pasar dengan alasan beli rokok sementara tiga rekannya kabur. Saat tersebutlah terjadi aksi pemukulan.

Kisruh pemukulan terhadap Hairil Fajar bermula saat ia dan tiga temannya merusak kursi di Taman Murjani, Kota Banjarbaru pada Rabu dini hari pekan lalu, 8 November.

Satpol PP Banjarbaru yang tahu perusakan kursi itu lalu melaporkan empat orang ke Mapolsek Banjarbaru Kota. Polisi pun mengamankan empat orang bernama Muhammad Nur Aidil, Muhammad Zaini, Muhammad Syakir, dan Hairil Fajar.

Adapun Hairil Fajar membenarkan telah mematahkan penyangga kursi. Tapi, ia dan tiga koleganya sepakat memperbaiki kerusakan.

Baca juga: Dispursip Kalsel Serius Manyemai Literasi di Lapas-Rutan

Ia mengaku polisi telah memukuli, menendang, dan menyumpal rokok di mulutnya. Padahal, Hairil telah meneken kesanggupan mengganti rugi kerusakan kursi. Ia membenarkan keluar Polsek tanpa izin karena tidak mendapati petugas piket di depan Mapolsek Banjarbaru Kota.

“Ketika saya balik ke kantor Polsek, saya langsung diborgol dan dimasukkan ke sebuah ruangan. Saya dipukul dan ditendangi. Rokok yang saya beli dimasukkan semua ke mulut saya secara paksa sampai termakan oleh saya,” kata Hairil Fajar.

Lihat juga...