China Harapkan AS Tidak Timbulkan Masalah di Laut China Selatan
BEIJING – China mengharapkan Amerika Serikat (AS) dapat membantu menyelesaikan masalah di Laut China Selatan. Dan bukan malah menimbulkan masalah di wilayah yang sedang menjadi perselisihan tersebut.
AS telah mengeritik konstruksi pulau-pulau oleh China dan pembangunan fasilitas-fasilitas militer di laut itu. Dikhawatirkan fasilitas-fasilitas tersebut dapat digunakan untuk membatasi gerakan bebas di laut. Sementara kapal-kapal Angkatan Laut AS melakukan kegiatan patroli kebebasan navigasi di wilayah itu.
Aksi kapal angkatan laut Amerika Serikat tersebut telah memicu munculnya reaksi keras dan kemarahan China. Aksi tersebutlah yang disebut sebagai upaya untuk memunculkan masalah baru di Laut China Selatan.
Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang ketika menangapi rencana lawatan Trump mengatakan, China memiliki kedaulatan yang tak dapat dipersengketakan atas pulau-pulau dan perairan sekitar di Laut China Selatan.
“Esensi dari masalah Laut China Selatan ialah pendudukan ilegal atas beberapa pulau China dan pulau karang oleh beberapa negara regional. Isu Laut China Selatan bukan sebuah isu antara China dan Amerika Serikat,” kata Zheng, Jumat (3/11/2017).
Persoalan di Laut China Selatan disebutnya, akan diselesaikan secara langsung oleh China. Akan ada upaya pembicaraan langsung oleh China dengan Negara-negara yang terlibat dalam persoalan tersebut. Penyelesaian yang dilakukan diklaim dilakukan dengan isu damai.
Dengan kondisi tersebut, diharapkan pihak eksternal seperti Amerika Serikat dapat membantu proses percepatan penyelesaian masalah tersebut. “Harapannya Amerika Serikat menanam lebih banyak bunga dan lebih sedikit duri, membantu dan tidak menimbulkan masalah,” tandas Zheng.
Amerika Serikat diharapkan dapat secara obyektif memandang perkembangan-perkembangan positif di Laut China Selatan. Serta menghormati usaha-usaha oleh China dan negara-negara anggota di Asia Tenggara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di sana.
Bagi China tidak ada isu mengenai kebebasan navigasi di Laut China Selatan. Negara tersebut juga menentang pihak-pihak yang menggunakannya sebagai alasan untuk mengganggu kedaulatan dan kepentingan keamanan China. Sementara pemerintah Amerika Serikat di bawah kendali Trump telah berjanji akan melakukan operasi-operasi lebih tegas di kawasan tersebut.
Klaim-klaim China di Laut China Selatan dipermasalahkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan. Diperkirakan setiap tahun perdagangan dengan menggunakan kapal senilai 55 triliun dolar AS melintasi kawasan tersebut. (Ant)