IS Sebut Penyerang New York Merupakan Tentara Khalifah

NEW YORK – Kelompok militan IS mengaku bertanggung jawab atas serangan dengan menggunakan truk di New York City awal pekan lalu. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya delapan orang dan diangga menjadi aksi terror paling mematikan di kota tersebut sejak penyerangan 11 September 2001.

Tertuduh aksi penyerang Sayfullo Saipov (29) disebut IS di media-media seperti Al- Naba sebagai salah seorang tentara khalifah. Saipov didakwa di pengadilan federal pada Rabu (1/11/2017) bertindak dengan dukungan IS menabrakkan truk yang dikemudikannya ke kerumunan orang di jalur sepeda tepi sungai.

Aksi tersebut melukai puluhan orang dan sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas. Di dalam dakwaan, kepada penyidik Saipov menyebut, aksi yang dilakukannya terinspirasi setelah menonton video propaganda IS.  Saipov saat ini berada di Rumah Sakit Belevue untuk mendapatkan perawatan setelah ditembak di bagian perut oleh petugas yang menangkapnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengulangi seruannya untuk memberlakukan hukuman mati terhadap imigran asal Uzbekistan itu.Trump menyarankan Saipov dikirim ke penjara militer Teluk Guantanamo di Kuba, tempat para tersangka teroris yang ditangkap di luar negeri ditahan.

Meski kemudian disebut Trump, upaya penahanan terhadap Sipov akan berlangsung terlalu rumit. Pada Kamis, Trump mengulangi seruannya kepada Kongres untuk mengakhiri program Diversity Immigrant Visa yang memungkinkan Saipov bisa memasuki AS pada tahun 2010.

Sebelumnya seorang pendatang asal Uzbekistan di amankan aparat Amerika Serikat atas tuduhan membunuh delapan orang di New York dengan menabrakkan truk sewaan ke kerumunan orang di jalur sepeda tepi pantai.

Tersangka yang ditembak polisi saat ditangkap beberapa saat setelah melancarkan serangannya di Lower West Side Manhattan, meninggalkan catatan yang mengatakan bahwa Dia melakukan serangan tersebut atas nama IS. Catatan tersebut telah dikutip sejumlah media di Amerika Serikat.

Aksi dari Saipov tersebut sebagai serangan seorang diri dan mematikan di New York sejak 11 September 2001, dimana ketika kelompok pembajak menabrakkan dua pesawat ke World Trade Center dan membunuh lebih 2.600 orang.

Serangan serupa menggunakan kendaraan sebagai senjata terjadi di Spanyol pada Agustus dan di Prancis serta Jerman pada tahun lalu. Dalam aksinya, kendaraan yang dikemudikan tersangka melaju dengan kecepatan yang diperkirakan lebih dari 100 kilometer per jam menerobos ke jalur yang penuh dengan pejalan kaki dan pengguna sepeda di saing hari.

Pria di dalamnya kemudian keluar dari kendaraan itu sambil mengacungkan apa yang terlihat seperti sepasang senapan untuk menghadapi seorang petugas polisi kota. Polisi mengatakan mereka menemukan sebuah senapan peluru cat dan senapan angin dari tempat kejadian.

Serangan itu berakhir dalam hitungan detik. Rekaman video yang diambil oleh seorang saksi yang beredar dalam jaringan menunjukkan sepeda penyok bertebaran di jalanan, dan setidaknya dua orang tergeletak di tanah.

Pelaku diketahu tinggal di Patterson, New Jersey. Dia menyewa truk itu dari sebuah toko peralatan Home Depot Inc, yang menurut laporan media, terletak di Passaic, sebelah selatan Paterson. (Ant)

Lihat juga...