Cegah Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan Dini
MATARAM – Salah satu cara mencegah terjadinya penyakit kanker payudara dan serviks, khususnya pada perempuan adalah dengan melakukan pemeriksaan sejak dini ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
“Langkah tersebut penting dilakukan, selain sebagai upaya deteksi dini, juga mencegah penyakit pada penderita kanker payudara dan serviks tidak bertambah parah, termasuk menular,” kata dr. Ramses Indrawan, Sp.B saat menjadi pembicara di acara seminar Pemeriksaan Dini Kanker Payudara di Mataram, Jumat (3/11/2017).
Menurut Ramses, selama ini banyak di antara masyarakat baru mau memeriksakan diri ketika kanker yang diderita telah memasuki stadium 3 sampai 4 yang tergolong sudah parah, sehingga proses penyembuhan akan lebih lama.
Sebab kalau sudah parah, selain proses penyembuhan lama, kanker payudara dan serviks juga mengakibatkan kematian pada penderita, 14 persen kematian setiap tahun terbanyak pada wanita.
“Karena itulah, untuk mencegah kanker payudara dan serviks, selain melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat juga diminta tidak perlu malu memeriksakan diri. Ketika ada gejala rasa nyeri pada payudara langsung periksakan ke puskesmas,” kata Ramses.
Dikatakan, gejala kanker payudara sendiri bisa dilihat dari beberapa tanda, antara lain munculnya benjolan paling banyak di pinggir atas dekat ketiak, tapi tidak semua benjolan yang muncul berarti pertanda kanker.
Tanda lainnya antara lain, permukaan payudara, ada cekungan seperti lesung pipi, keluar cairan merah atau kecoklatan dari puting susu dan puting susu masuk ke dalam. Kalau sudah demikian jangan tunggu sampai nyeri, harus cepat diperiksakan.
“Kanker payudara sendiri, sekitar 5 sampai 10 persen disebabkan karena faktor keturunan, 90 persen karena gaya hidup, pola hidup tidak sehat dengan menggunakan penyedap rasa seperti piksin pada sayuran, makan menggunakan bahan pengawet, rokok, polusi udara, makanan berformalin, mie dan bakso berformalin, misalnya,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, tidak ada cara lain untuk mencegah kanker payudara dengan menjaga pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung bahan pengawet.
Ditambahkan Ramses untuk Provinsi NTB berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tercatat dari Januari sampai Juni 2017, jumlah penderita kanker payudara mencapai 41 orang, termasuk laki-laki, dengan rata-rata usia 44 tahun, termasuk stadium 3 dan 4 terbanyak.
Sementara itu, Ketua Komunitas Perempuan Peduli Kanker NTB selaku penyelenggara seminar deteksi dini kanker payudara mengatakan, seminar yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa kepedulian melihat situasi kesehatan di NTB, mengingat kanker payudara termasuk terbanyak kedua setelah kanker serviks di Indonesia.
“Atas dasar itulah beberapa teman aktivis perempuan menginisiasi gerakan peduli kanker payudara, membangun solidaritas sesama perempuan, bagaimana membangun sensitivitas terkait kasus kanker payudara,” katanya.
Ditambahkan, sebagian besar perempuan memeriksakan diri pada stadium 3 dan 4, jarang yang sejak dini, sehingga perlu membangun kesadaran sejak dini dengan mengenali ciri-ciri kanker.
