Pasar Pandansari Balikpapan Siapkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan
BALIKPAPAN – Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) terus digencarkan Pemerintah Kota Balikpapan, salah satunya dengan menyediakan pelayanan kesehatan di sebuah pasar rakyat yaitu Pasar Pandansari di kawasan Balikpapan Barat.
Melalui ruang yang tidak begitu luas itu, masyarakat khususnya pedagang yang berada di Pasar Pandansari dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin satu minggu sekali. Tidak hanya ruang pelayanan kesehatan sekaligus dokter, di pasar itu juga disediakan ruang laktasi atau ibu menyusui yang letaknya berdekatan.
Di Pasar Pandansari juga ada senam bersama yang rutin dilaksanakan satu minggu dua kali. Senam itu mellibatkan sejumlah pedagang yang ada di sekitar, senam dipimpin oleh instruktur dengan berbagai variasi senam yaitu senam jantung, senam untuk lansia, aerobik dan lainnya.
“Dengan adanya pelayanan kesehatan pedagang yang berjualan di pasar, dapat pula menyempatkan diri ke ruang pelayanan yang letaknya di depan pasar. Setiap Rabu pemeriksaan rutin dilaksanakan dan pedagang yang datang untuk periksa juga banyak ada sekitar 30-an,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Pandansari Balikpapan, Ride, saat ditemui di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat.
Menurut Ride, dalam ruang pelayanan kesehatan itu ada satu dokter yang dibantu 20 kader pasar. Dokter dari puskesmas Kelurahan Margasari dan pedagang yang sudah memiliki BPJS Kesehatan juga tidak dikenakan biaya karena tinggal di lingkungan sekitar. Sedangkan yang belum memiliki BPJS tarifnya hanya Rp5000 untuk pendaftaran dan sudah mendapatkan obat.
“Pedagang pemegang BPJS Kesehatan tidak dikenakan biaya, kalau yang belum bisa dikenakan Rp5000 itu sudah dapat pelayanan pemeriksaan kesehatan dan obat. Kita sediakan ruang pelayanan kesehatan. Kalau pedagang sakit saat berdagang atau nggak sempat periksa bisa sekalian periksa di sini,” ucapnya Jumat (3/11/2017).
Ride menyebutkan pemeriksaan yang dilakukan pedagang rata-rata pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, asam urat, kolesterol dan pemeriksaan lainnya. Setelah diketahui penyakitnya, dokter yang bertugas memberikan obat.
“Jadi penanggulangan atau pencegahan dini terhadap penyakit meskipun berada di pasar sudah dapat dikontrol. Kegiatan hadirnya pelayanan kesehatan ini sudah ada sejak tahun 2013. Memang dulu belum ada ruangannya tapi bisa dilakukan pemeriksaan. Sekarang sudah ada ruangnya sehingga ada tempat lebih baik untuk pemeriksaan,” terangnya.
Adapun jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Pandansari sebanyak 911 lebih pedagang. Mereka berjualan di atas lahan seluas 1,7 hektare. Mereka yang di dalam pasar memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah karena membayar retribusi pasar setiap hari.
Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan, Germas terus digencarkan ke masyarakat baik itu lingkungan sekitar maupun yang berada di pasar. Sehingga pedagang yang berjualan tetap sehat dengan aktvitas yang dilaksanakan.
“Setiap satu minggu di pasar ini ada olahraga senam, ini kan mengajak pedagang untuk sehat. Kemudian ada pemeriksaan kesehatan. Pastinya sangat bermanfaat bagi tubuh manusia,” tambahnya.
