Babinsa pun Bagikan Benih Padi Unggul kepada Poktan
LAMPUNG – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Penengahan, ikut terlibat dalam pendistribusian benih padi unggul bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian kepada sejumlah kelompok tani (poktan) penanam padi di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.
Sersan Dua (Serda) Sudarwanto selaku Babinsa 03/Penengahan mengaku, pendistribusian benih padi dilakukan kepada sebanyak lima kelompok tani di Desa Ruang Tengah, Banjarmasin, Tanjung Heran, Klaten dan Gandri.
Serda Sudarwanto mengungkapkan, keterlibatan Babinsa dalam mengawasi pendistribusian benih padi varietas Ciherang kepada setiap kelompok tani penerima bantuan merupakan nota kesepahaman antara TNI dan Kementerian Pertanian dalam swasembada gabah. Upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai serta operasi serapan gabah (Sergab).

Ujung tombak program ada di TNI dan masyarakat. Serda Sudarwanto menyebut, keterlibatan TNI dan juga Kementerian Pertanian hingga ke wilayah pedesaan. Selain sebagai bentuk upaya khusus pendistribusian padi, jagung, dan kedelai, berbagai upaya untuk meningkatkan swasembada pangan khususnya gabah juga dilakukan melalui gerakan perluasan luas tambah tanam (LTT) yang dilakukan ke sejumlah desa di wilayah teritorial Koramil 03/Penengahan.
Ia berharap, setiap anggota kelompok tani diantaranya Panca Usaha Tani, Sumber Rejeki, Buah Berkah serta beberapa kelompok tani yang beranggotakan sekitar 25 hingga 30 orang dengan rata-rata mendapatkan bantuan masing-masing 2 sak seberat 5 kilogram. Pembagian bibit tersebut diakuinya sesuai dengan alokasi kebutuhan kelompok sehingga bantuan tidak seragam bagi tiap kelompok dalam penerimaan benih padi varietas Ciherang meski total benih mencapai 4 ton.
Pembagian bibit tersebut diakui Sudarwanto menyesuaikan masa tanam Oktober-Maret (Okmar) dengan asumsi sekitar bulan November dengan curah hujan yang sudah mulai membaik bisa dipergunakan untuk proses penanaman padi dimulai dari penyiapan lahan, penyemaian bibit hingga penanaman sehingga prediksi panen diperkirakan pada bulan Maret hingga April tahun depan.
“Pembagian benih juga menyesuaikan kebutuhan kelompok serta menyesuaikan kondisi cuaca karena sebagian petani masih mengandalkan curah hujan,” terang Serda Sudarwanto.
Andi, salah satu anggota kelompok tani di Desa Gandri mengaku, menerima benih padi varietas Ciherang merupakan program bantuan dari Kementerian Pertanian sehingga ikut membantu petani dalam penyediaan bibit. Saat ini sebagian anggota kelompok tani bahkan masih melakukan proses pengolahan lahan sembari menunggu ketersediaan bibit yang akan ditanam.
Selain benih varietas Ciherang, Andi dan petani lain juga menanam padi varietas lain di antaranya ketan hitam sebagai bahan baku pembuatan kuliner tradisional khusus sehingga petani tidak terbatas menanam satu jenis padi. Selain diberi kemudahan dengan adanya kelompok tani bisa memperoleh bantuan bibit, petani juga lebih mudah dalam mendapatkan alokasi kebutuhan pupuk sesuai rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK).
