Bambang: PUTRI Rumahnya Taman Wisata

JAKARTA — Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) menggelar syukuran ke 40 tahun di Gedung Orange Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (10/11/2017).

“Alhamdulilah PUTRI menginjak usia 40 tahun. Kami akan terus berupaya mempromosikan potensi industri wisata Indonesia,” kata Ketua Umum PUTRI, Bambang Soetanto, dalam sambutannya di Gedung Orange TMII.

Baca juga: Hakekat Kebhinekaan Indonesia Ada di TMII

Dikatakan dia, PUTRI akan memperkuat jejaring kerjasama untuk berkelanjutan pariwisata Indonesia sekaligus sebagai ajang pertemuan atau silaturahmi untuk mencari solusi terkait permasalahan yang ada.

Bambang bersyukur PUTRI mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Dukungan itu terbukti, PUTRI telah sukses mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk merumuskan anggaran dasar rumah tangga dan program kerja. Juga Rakerda ( Rapat Kerja Daerah) dengan berbagai programnya.

Rakerda membuahkan hasil dengan dilaksanakan sebuah pameran industri wisata di Yogyakarta, belum lama ini. Juga kegiatan Forum Komunikasi Nasional 2017 ini dihadiri 400 peserta.

“Alhamdulilah sudah ada 15 DPP PUTRI yang aktif. Menghidupkan 15 DPP itu tidak gampang. Kami akan terus bersinergi memajukan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Adat Toraja di Anjungan Sulawesi Selatan TMII

Ketua Umum PUTRI, Bambang Soetanto. Foto: Sri Sugiarti

Bambang berharap ke depan jumlah DPP akan terus bertambah sehingga akan terbentuk sebuah kekuatan dalam upaya mendorong target pemerintah 20 juta wisatawan mancanegara ( wisman) ke Indonesia.

“Menteri pariwisata mengatakan pendapatan pariwisata Indonesia ini urutan ke-4 dan ingin jadi ke-3. Dengan target tahun 2019 itu 20 juta wisman, dan 275 juta turis domestik. PUTRI mendukung,” kata Bambang.

PUTRI, lanjutnya, akan menggerakan anggotanya untuk memahami program pemerintah, bagaimana usaha untuk bisa menangkap program-program tersebut. Tentunya, diperlukan juga binaan dan bimbingan dari Kemenpar.

Misalnya, kata Bambang, pelatihan pengelolaan objek wisata dan diharapkan PUTRI ini bisa dimasukkan dalam program pemerintah.

Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan industri pariwisata dengan berbagai program menarik. Sehingga Kemenpar semakin tahu persis bahwa PUTRI cukup berperan bisa jadi mitra untuk bisa mengembangkan pariwisata Indonesia.

Baca juga: Asyiknya Belajar Sejarah Listrik di MLEB TMII

Dengan terus mengadakan konsolidasi ke dalam internal, dengan harapan kedepan semua DPP terbentuk. PUTRI bisa berinverisasi angkat objek wisata yang ada di DPP di seluruh Indonesia. Jadi, jelas Bambang, kalau misalnya 33 provinsi maka harus ada 33 DPP PUTRI.

Tentu dengan catatan, kata Bambang, lokasi wisata harus di kelola dengan baik dimana isinya beragam obyek alam maupun buatan atau pelestarian budaya dan flora fauna.

“Sehingga obyek wisata yang sifatnya taman rekreasi. Itu rumah besarnya PUTRI,” ungkap Bambang yang juga Direktur Umum TMII.

Bambang pun mencontohkan TMII. Menurutnya, di TMII ini wadah pelestarian budaya bangsa, dimana terdapat anjungan seluruh provinsi Indonesia, 20 museum, ada taman burung, flora fauna, museum Komodo, wisata hiburan, dan rumah ibadah.

Sehingga, jelas dia, yang disebut dengan taman itu ada obyek wisata atau rekreasi yang bisa berbentuk apa saja dan bisa dikembangkan untuk menarik pengunjung.

Contoh lain lagi, kata dia, adalan Taman Impian Ancol. Lahannya sangat luas lengkap berbagai rekreasi. Begitu pula Taman Safari dan Taman Margasatwa.

Gedung Orange TMII, Jakarta. Foto: Sri Sugiarti

Menurutnya, kesemua taman wisata itu harus dikelola dengan baik agar menarik lebih banyak pengunjung. Untuk mewujudkan itu, diperlukan sinergi dan kerjasama.

Maka hadirlah PUTRI ini selain untuk silaturahmi adalah berkonsolidasi mencari solusi mengembangkan bisnis wisata yang bisa memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

Baca juga: Sejarah Prestasi Para Atlet Indonesia Ada di TMII

Namun demikian, kata dia, hal terpenting bagi pengembangan taman wisata adalah infrastruktur. Semisalnya, obyek wisata yang baru tumbuh, rata-rata yang diperlukan memang fasilitas infrastruktur hampir 80 persen. Seperi listik dan akses jalan.

“Taman wisata sudah ada infrastrukturnya, paling 25 persen kurangnya. Managemen pengelolaan perlu dikembangkan sehingga perlu pelatihan pengembangan,” pungkasnya.

Lihat juga...