Singapura Negara Paling Dominan Berinvestasi di Indonesia
PADANG – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, negara Singapura merupakan negara asing yang paling dominan berinvestasi ke Indonesia.
“Singapura masih dominan, hal ini dikarenakan Singapura sebagai pusat keuangan yang mengumpulkan banyak kawasan,” katanya, di Padang, Sumatera Barat, pada kegiatan Regional Investment Forum (RIF), Senin (16/10/2017).
Ia menjelaskan, Singapura yang menduduki urutan pertama dominan berinvestasi ke Indonesia, juga diikuti dari negara Jepang, selanjutnya dari Korea, Tiongkok, Hong Kong, Uni Eropa, dan Amerika.
Tom menyebutkan, Singapura pada umumnya berinvestasi pada industri padat karya. Hal ini dikarenakan, cukup tersedianya tenaga kerja di Indonesia. Bahkan, jumlah perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia mencapai puluhan.
Sementara itu, Deputi Bidang Promosi BKPM RI Himawan Hariyoga menambahkan, berdasarkan catatan BKPM secara umum, investor Singapura cukup banyak menanamkan modalnya untuk pembangunan perhotelan di beberapa daerah di Indonesia.
“Singapura memang lebih banyak berinvestasi pada padat karya, seperti pembangunan hotel dan ada beberapa pada infrastruktur pariwisata,” ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap pada kegiatan RIF 2017 yang diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat, mampu membuat investor luar negeri ataupun di dalam untuk turut menanamkan modal ke Sumatera Barat.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap, kegiatan RIF dapat berdampak positif bagi perbaikan infrastruktur pariwisata di Sumatera Barat. Jika dilihat pada ketersediaan hotel, di Sumatera Barat sendiri beberapa kabupaten dan kota pembangunan hotel tumbuh pesat.
“Tahun 2016 lalu jumlah hotel yang ada tersebar di Sumatera Barat ada 58 hotel berbintang. Sementara yang dinilai non berbintang 316 hotel, jadi totalnya ada 374 hotel. Jumlah hotel itu masih sepertiga dibandingkan pada daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat, yang jumlah hotelnya mencapai 900 lebih,” ungkapnya.
Gubernur juga menjelaskan, ketersediaan hotel tersebut juga sejalan dengan kedatangan wisatawan asing ke Sumatera Barat yang mencapai 48 ribu. Jumlah itu meningkat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan asing yang datang ke Sumatera Barat pada tahun 2016 yakni 46 ribu.
Untuk itu, Irwan menpersilakan kepada para investor untuk berinvestasi ke Sumatera Barat, yang tidak hanya di bidang pariwisata ataupun penunjang pariwisata. Akan tetapi juga bisa menjajaki potensi lain seperti panas bumi dan energi hydro.