Pembangunan Kantor Bupati Sikka Diharapkan Selesai 2017
MAUMERE – Pembangunan kantor Bupati Sikka yang baru di jalan El Tari Maumere di bekas kantor bupati yang lama harus segera diselesaikan maksimal akhir tahun 2017 agar bisa segera dipergunakan.
Demikian disampaikan juru bicara Fraksi Partai Golkar Hengky Rebu, Stef Sumandi dari Fraksi PDIP dan Filario Charles Betrandi asal Fraksi PAN saat membacakan pendapat akhir fraksi Senin (16/10/2017) saat rapat paripurna VII masa sidang I tahun 2017 tentang persetujuan penetapan RAPBD tahun 2017.
Dikatakan Hengky dari fraksi partai Golkar, pembangunan kantor bupati sangat penting sehingga perlu segera diselesaikan. Jangan sampai ada demo karyawan seperti beberapa bulan yang lalu turut menganggu masa penyelesaian pembangunan kantor yang pengerjaannya sudah sekitar 70 persen.
“Fraksi partai Golkar berharap agar pembangunan kantor bupati ini bisa diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang sudah ditetapkan sehingga bisa segera dipergunakan awal tahun 2018 nanti,” sebutnya.
Sementara itu fraksi PDIP dalam pendapat akhir fraksi yang dibacakan Stef Sumandi juga meminta agar penyelesaian tepat waktu dan anggaran sebesar 30 miliar rupiah yang sudah dialokasikan harus sesuai. Jangan lagi ada tambahan dana.
“Jikalau suatu waktu pemerintah mengajukan tambahan anggaran untuk penyelesaian pembangunan kantor Bupati Sikka maka sesungguhnya perencanaan yang dilakukan sebelumnya ibarat mimpi,” ungkap Stef.
Sementara untuk pembangunan RSUD TC Hillers tambah Stef, fraksi PDIP meminta agar pembangunannya juga harus menjaga kualitas sebab daerah Kabupaten Sikka termasuk daerah yang rentan terjadi gempa bumi. Tentunya harus menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam membangun gedung.
“Kejadian gempa bumi dan tsunami tahun 1992 hendaknya menjadi referensi apalagi saat membangun rumah sakit sehingga saat terjadi gempa bumi masyarakat yang ada di dalamnya bisa selamat,” harapnya.
Sementara itu fraksi PAN dalam pendapat akhir fraksi berharap agar pemerintah segera berkoordinasi dengan rekanan pelaksana pekerjaan proyek gedung-gedung pemerintah seperti kantor bupati Sikka, kantor camat Paga, ruang poliklinik RSUD TC Hillers Maumere agar mempercepat pengerjaan fisik proyek tersebut.
Dikatakan fraksi PAN seperti dibacakan Filario Charles Betrandi, jika pemerintah tidak melakukan hal ini pihaknya meyakini pengerjaan proyek-proyek tersebut sudah pasti tidak akan terselesaikan di tahun anggaran 2017 sehingga menjadi beban APBD tahun anggaran 2018 untuk diselesaikan.
“Pemerintah perlu melakukan pengendalian dan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek tersebut. Sebab berdasarkan pemantauan yang dilakukan di lapangan, pengawasan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat jarang dilakukan,” tegasnya.