Warga Dua Desa di Sikka Kini Nikmati Listrik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Hampir 76 tahun Indonesia Merdeka, warga dua desa di Sikka yakni Dusun Wailoke, Desa Wailamun dan Dusun Wairbou, Desa Nebe yang masuk Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) baru menikmati listrik.

Sejak bulan Februari 2021, kedua wilayah yang hanya berjarak sekiatr 300 meter dari Jalan Negara Trans Flores Larantuka-Maumere ini sudah bisa menikmati listrik.

“Baru sebulan warga dua kampung ini menikmati listrik dari PLN sehingga tidak kesulitan lagi saat malam hari,” sebut Don Lewuk warga Dusun Wairbou, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di rumahnya, Senin (15/3/2021).

Warga Dusun Wairbou, Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Don Lewuk saat ditemui di rumahnya, Senin (15/3/2021). Foto: Ebed de Rosary

Don menyebutkan, untuk memasang listrik di rumahnya, warga membayar sebesar Rp3,2 juta untuk daya 1.300 VA dan Rp.2,7 juta untuk daya sebesar 900 VA.

Dia sebutkan, warga mengumpulkan dana lalu menyetorkan ke perusahaan kontraktor di Kota Maumere yang datamg memberikan sosialisasi kepada warga.

“Ada juga warga yang tidak mampu, menyimpan uang di koperasi sebesar Rp1 juta lebih, lalu koperasi yang akan membayar biaya instalasi listrik. Nantinya warga akan mencicil pembayaran di koperasi tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Josephus Polikarpus, warga Kampung Wairbou lainnya, menyebutkan, masih sekitar belasan rumah warga di dua dusun ini yang belum memasang instalasi listrik di rumahnya.

Joseph sapaannya mengatakan, ada yang masih menunggu kontraktor yang diminta koperasi untuk memasang jaringan instalasi di rumah warga namun ada juga yang belum memiliki dana.

“Banyak warga yang belum memiliki dana sehingga masih mengumpulkan uang terlebih dahulu. Saya juga masih menunggu dari koperasi yang hendak membayar kontraktor guna memasang instalasi listrik di rumah,” ungkapnya.

Terkait jalan, Joseph katakan, warga yang memiliki kendaraan bermotor sudah bisa melintasi jalan semen yang menghubungkan kedua kampung dengan jalan provinsi trans utara Flores.

Padahal menurutnya, bila harus ke jalan negara jaraknya hanya sekitar 300 meter dan warga hanya perlu melintasi Kali Nangagete saja.

“Banyak warga lebih suka menyeberang kali untuk menuju pusat Desa Nebe di Dusun Belawuk yang berada di Jalan Negara Trans Flores. Dulu belum ada listrik, pagi hari kami isi daya telepon genggam di rumah warga di Belawuk dengan membayar Rp5 ribu,” ungkapnya.

Lihat juga...