Posdaya di Dusun Kabunan Berbasis Masjid
YOGYAKARTA – Keberadaan Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) berbasis Masjid Al-Huda benar-benar mampu menghidupkan dusun Kabunan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
Sejak pertama kali didirikan pada 2013 silam, keberadaan Posdaya berbasis masjid ini telah mampu menumbuhkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat dusun. Kegiatan yang sebelumnya telah ada pun juga semakin berkembang seiring dengan munculnya Posdaya yang berpusat di Masjid Al-Huda tersebut.

“Sejak adanya posdaya, kegiatan di sini semakin banyak dan semakin berkembang. Karena posdaya mampu menjalin kelompok-kelompok yang sudah ada,” ujar ketua Posdaya Al-Huda, dusun Kabunan, Muhari Ihsan.
Didirikan oleh sejumlah mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunankalijaga Yogyakarta, Posdaya berbasis masjid Al-Huda, dikatakan mampu merangsang munculnya sejumlah program seperti bank sampah, koperasi, hingga program Desa Bina Keluarga Sakinah.
“Posdaya menjadi wadah bagi semua kegiatan. Sehingga melalui pertemuan-pertemuan yang digelar, akan muncul ide-ide baru dari seluruh penggerak kegiatan dusun,” katanya.
Terdiri dari 4 wilayah RW, dusun Kabunan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman sendiri memiliki sekitar 180 KK dengan jumlah penduduk mencapai 500 orang lebih. Dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, dan wirausaha, dusun Kabunan memiliki berbagai potensi di antaranya pertanian dan perikanan.
Sebagaimana posdaya pada umumnya, Posdaya Al-Huda melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di sejumlah bidang. Mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun ekonomi.
Di bidang pendidikan dan keagamaan, berbagai kegiatan digelar. Mulai dari penyelenggaraan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga berbagai macam kegiatan pengajian rutin bagi masyarakat. Baik itu anak, remaja, Ibu-ibu hingga bapak-bapak.
“Untuk PAUD memang di sini belum ada. Dulu pernah ada namun bubar. Sehingga kegiatan pendidikan lebih pada pendidikan akhlak yang berpusat di masjid,” katanya.
Di bidang kesehatan, berbagai macam program disusun. Mulai dari penanaman tanaman obat keluarga (Toga) di setiap rumah, penyelenggaraan kegiatan olahraga rutin bagi warga mulai dari remaja hingga ibu-ibu, hingga penyelenggaraan program lain seperti posyandu, bina keluarga, pemanyau jentik nyamuk dan sebagainya.
“Kita juga sudah sejak lama menjadi kampung bebas asap rokok. Sudah 3 tahun lebih. Semua warga sepakat untuk tidak merokok di dalam rumah maupun di setiap kegiatan seperti rapat, pertemuan dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu unit program Posdaya Al-Huda di bidang lingkungan adalah pendirian bank sampah Kabunan Maju Bersama (KBM). Melalui bank sampah ini, warga diajak menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah dan memanfaatkan sampah untuk kepentingan bersama.
Sedangkan di bidang Ekonomi, Posdaya Al-Huda secara konsisten menggelar berbagai kegiatan pelatihan maupun pemberdayaan bekerjasama dengan pihak lain, baik pemerintah maupun perguruan tinggi. Koperasi simpan pinjam tingkat dusun dibentuk. Begitu juga Kelompok Wanita Tani, Kelompok Ikan, dan sebagainya.
“Anggota koperasi simpan-pinjam kita saat ini mencapai 300 orang lebih. Kita juga punya kelompok ikan dan kelompok wanita tani yang membuat olahan makanan dari bahan ikan maupun hasil pertanian. Di antaranya abon cabe, abon nila, abon lele, dan sebagainya,” paparnya.
Berkat berbagai upayanya tersebut, Posdaya berbasis Masjid Al-Huda pun kerap memperoleh berbagai prestasi, baik di tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten. Salah satunya juara III Posdaya Berbasis Masjid binaan UIN Sunan Kalijaga terbaik DIY tahun 2014.