JTTS Dongkrak Kerajinan Kusen dan Pintu Kayu
LAMPUNG — Produsen pembuatan kusen, pintu, jendela ikut menikmati dampak positif proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar Lampung paket I Bakauheni-Sidomulyo.
JTTS ini sedang dikerjakan oleh pelaksana proyek tol dengan pembersihan lahan (land clearing) hingga pembuatan jalan rigid beton. Dampak positif tersebut salah satunya di STA 17+100 Desa Klaten dengan banyaknya masyarakat yang membangun rumah baru dialami oleh produsen kusen pintu, jendela yang menerima banyak order.
Yahman (41) pemilik bisnis kusen atau kerangka jendela dan pintu dari kayu di Desa Klaten tersebut mengakui permintaan akan kusen meningkat 100 persen bahkan lebih dari semula rata rata mendapat pesanan dalam satu paket kusen. Pada situasi normal sebelum proyek JTTS dia bahkan menyebut hanya bisa mengerjakan proyek pembuatan kusen sebanyak 100 plong namun kini meningkat menjadi 600 plong dalam sebulan.
“Pembuatan kusen mengikuti permintaan di mana warga yang membangun rumah baru banyak maka permintaan banyak dan pembangunan jalan tol ikut berimbas pada tingginya permintaan kusen, ” ujar Yahman salah satu pemilik usaha pembuatan kusen kayu di Desa Klaten Kecamatan Penengahan saat ditemui Cendana News, Selasa (10/10/2017)
Selain dampak dari pembangunan JTTS permintaan yang semula hanya kisaran 70-100 plong perbulan meningkat menjadi sekitar 600 plong paket kusen disebabkan sebanyak 53 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di desa tersebut mendapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program tersebut berimbas permintaan kusen kayu satu paket lengkap meningkat meliputi kusen pintu,jendela lengkap dengan daun pintu dan daun jendela.
Meski tidak seluruhnya pesanan mengalir kepadanya akibat keterbatasan karyawan dirinya memastikan pesanan sudah mulai meningkat semenjak bulan Juli tahun ini akibat sebagian warga membangun rumah secara bertahap. Berprofesi sebagai tukang kayu selepas SMA pada 1994 dengan bekerja sendiri akhirnya ia sudah memiliki sebanyak 4 orang karyawan membantunya menyelesaikan pekerjaan pembuatan kusen dan dibantu sang isteri untuk pekerjaan pendempulan,pengeleman dan pengamplasan.
Dalam kurun sekitar 15 hari semenjak banyaknya pesanan kusen kayu Yahman mencatat menghabiskan sebanyak 20 hingga 30 kubik kayu jenis medang belum termasuk kayu jenis lain padahal sebelumnya pada kurun waktu yang sama maksimal ia hanya menghabiskan sebanyak 10 kubik kayu bahkan kurang. Kerapian dan bentuk yang bagus dari kusen kayu buatannya membuat kusen kayu buatannya dipesan oleh warga dari berbagai Kecamatan diantaranya Bakauheni,Ketapang hingga Kalianda.
Biaya pembuatan kusen kayu lengkap dengan daun jendela serta pintu bervariasi menyesuaikan ukuran, dari harga Rp250 ribu, Rp350 ribu untuk jendela lengkap dan Rp700 ribu, Rp900 ribu untuk kusen pintu lengkap dengan daun daun pintunya. Jenis kayu serta bahan dari pembuat atau bahan kayu dibawa oleh pemesan ikut mempengaruhi harga dengan kayu dibawa pemesan dirinya membanderol biaya jasa pembuatan sekitar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per plong.
Beberapa jenis plong jendela dan pintu dengan bahan kayu berkelas dan rumit pengerjaanya pun dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta. Ia memastikan banyak menerima pesanan dari masyarakat ekonomi kecil menengah sehingga melayani permintaan pembuatan kusen dengan harga yang terjangkau. Meski demikian ia mengaku menggunakan peralatan mesin yang cukup modern sehingga hasil kusen kayu buatannya lebih bagus dan disukai konsumen.
“Saya bisa membuat yang lebih rumit namun memperhitungkan waktu dan biaya serta pangsa pasar sehingga model minimalis dominan yang saya buat sekaligus menyesuaikan tren sekarang dalam bidang pembuatan rumah,” cetusnya.
Selain kusen jendela, pintu lengkap dengan daunnya ia juga mengaku saat permintaan sedang turun dirinya masih sempat mengerjakan pembuatan lemari, bufet serta meja kursi satu set dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per set. Proses pembuatan kusen kayu yang dibantu sebanyak empat karyawan. Rata rata satu karyawan digaji Rp4 juta.
Seiring banyaknya kusen yang dikerjakan berkat proyek JTTS dan BSPS dirinya bahkan mampu mendapat omzet kotor sekitar Rp60 juta lebih perbulan menyesuaikan jenis permintaan dan dipergunakan untuk biaya operasional,listrik,gaji karyawan dan membeli bahan baku kayu serta peremajaan alat atau membeli alat baru.
Sudin,salah satu karyawan menyebut dalam satu hari dirinya bisa membuat beberapa lembar daun pintu dan jendela sementara rekan lain fokus dalam pembuatan kusen sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan cepat menyesuaikan jadwal pesanan pelanggan. Selain ikut bekerja Sudin juga mengaku sekaligus menjadi marketing dalam pemasaran memanfaatkan jejaring pertemanan di setiap wilayah yang berpotensi menjadi konsumen.
“Sisi pemasaran penting dalam upaya memperluas pemasaran dan terbukti efektif sehingga banyak permintaan dari daerah lain tentunya dengan menjaga kualitas,” beber Sudin.
Banyaknya permintaan membuat pengerjaan produksi kusen kayu dikerjakan bersama karyawan lain dimulai sejak 08.00 pagi hingga pukul 21.00 malam, terutama saat permintaan meningkat akhir akhir ini dan harus diselesaikan dengan segera. Kendala utama yang dihadapi diakuinya saat listrik padam sehingga tidak bisa bekerja dan keterlambatan bahan baku kayu berkualitas yang terkadang harus mencari di luar daerah.
