Gebyar Pesona Museum Nusantara akan Warnai TMII

JAKARTA — Asosiasi Museum Indonesia Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (AMIKA TMII) pada 27-31 Oktober 2017 akan mengadakan Gebyar Pesona Museum Nusantara (GPMN) ke-3 bertajuk “Satu Cinta untuk Museum”.

“Selain menjadikan GPMN sebagai hari peringatan Museum Indonesia, TMII juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai. Terutama di TMII,” kata Ketua AMIKA, Sigit Gunardjo pada konferensi pers di Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Lebih lanjut dijelaskan, acara ini untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan museum kepada masyarakat. Menumbuhkan rasa cinta sekaligus menjadikannya sebagai sarana belajar dan bermain yang menyenangkan, di antaranya melalui pemanfaatan teknologi gawai.

Sehingga, kata Sigit, generasi muda lebih tertarik untuk datang, lebih menghargai dan mencintai. Dengan demikian, akan tumbuh rasa memiliki dan bangga menjadi bangsa Indonesia

Menurut Sigit, GPMN ini menjadi ajang untuk memperluas jejaring serta memperkuat kerjasama dan kemitraan antara museum, masyarakat, dan komunitas.

“Museum tidak lagi menjadi benda arkais yang tidak dikenal anak-anak masa kini. Justru dari sinilah, anak-anak zaman sekarang mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang masa lalu, untuk membuat masa kini lebih baik,” papar Sigit.

Sementara itu, Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo menegaskan, TMII sendiri selain sebagai wahana wisata juga merupakan lembaga yang sangat memahami pentingnya memelihara catatan sejarah dan budaya nusantara, dalam hal ini adalah museum-museumnya.

Saat ini, kata Sulistio, TMII memiliki 20 museum dan satu yang baru, yakni Museum Batik yang sedang dibangun.

Menurutnya, museum-museum tersebut merupakan sarana edukasi yang harus terus dilestarikan, layaknya pelestarian seni budaya bangsa.

“Pentingnya museum sebagai jendela pembelajaran manusia Indonesia di masa sekarang. Inilah yang mendorong TMII berinisiatif mengadakan GPMN,” ungkap Sulistio.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana GPMN, Unggul Yudianto menyampaikan rangkaian kegiatan acara. Yakni Jelajah Museum, sebuah kegiatan yang tahun lalui cukup diminati masyarakat.

“Masyarakat akan diajak berjalan-jalan dari satu museum ke museum lain dengan cara yang menyenangkan,” kata Unggul.

Kegiatan ini, lanjut dia, para mengunjung bisa menggunakan gawai ponsel pintar melalui aplikasi Jelajah Museum. Sehingga akan terpilih mana saja yang akan mereka datangi untuk mendapatkan edukasi sejarah.

Jelazah Museum dengan menggunakan aplikasi ponsel ini tentu menjadi ajang menarik. Apalagi, kegiatan ini memberikan berbagai hadiah menarik sehingga generasi muda akan lebih terpacu untuk terlibat.

Selain itu, dalam GPMN ini, masyarakat bisa mengikuti fun walk di Museum Olaharaga TMII pada Jumat (27/10/2017).

“Fun Walk akan diikuti oleh 5000 peserta dari kalangan pelajaran, dan dimulai pukul 07.00 WIB,” tambah Manager Museum Olaharaga TMII, Herman Chaniaga.

Rangkaian lainnya, lanjut Herman, adalah pada tanggal 26 Oktober 2017, yakni sebelum GPMN dibuka, Museum Olahraga akan mengadakan kegiatan diskusi dengan para atlit berprestasi.

(Ka-ki) Ketua Pelaksana GPMN 2017, Unggul Yudianto, Manager Museum Olahraga TMII, Herman Chaniaga, Ketua Umum AMIKA, Sigit Gunardjo, Direktur Budaya TMII, Sulistio Tirtokusumo, dan Manager Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Imam Bari’Wafa’ul Wafa, saat konferensi pers GPMN 2017 di Museum Listrik dan Energi Baru TMII, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Foto: Sri Sugiarti

Ada pula kegiatan lainnya yaitu diskusi terbuka dengan judul “Pengkajian Ulang Naskah Akademik Undang-Undang Permuseuman Indonesia.

Rencananya, GPMN 2017 ini akan dibuka oleh Putu Supadma Rudana, selaku Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Dalam pembukaan ini buku museum-museum di TMII juga akan diluncurkan, dipersembahkan TMII kepada masyarakat Indonesia.

Melalui kegiatan ini, akan melibatkan koordinator museum dan hubungan kelembagaan, museum-museum TMII, anjungan daerah, pemerhati, komunitas, dan seniman yang diwujudkan dalam bentuk berbagai atraksi dan kegiatan edu-interaktif.

Lihat juga...