Gatot: KONI Jangan Langkahi Prosedur  

JAKARTA – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengingatkan agar KONI tidak menyalahi prosedur menyusul Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

Pernyataan tersebut sebagai respon terhadap kegiatan KONI mengumpulkan pengurus cabang olahraga.”Kegiatan KONI dalam mengundang sejumlah pengurus cabang olahraga belum dapat dianggap sebagai kegiatan persiapan apapun dalam rangka persiapan Asian Games karena Menpora belum memberikan pelimpahan penugasan sebagaimana diatur dalam Perpres No.95/2017,” kata Gatot, Senin (23/10/2017).

Gatot menyebut salah satu pengurus cabang olahraga yang diundang oleh KONI adalah PP Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Semestinya, KONI mengundang PP PTMSI menyusul Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 75/G/PTUN-JKT jo Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 302/B/2014/PTUN-JKT jo Putusan Mahkamah Agung No. 274 K/TUN/2015.

“Ketidakpatuhan terhadap putusan tersebut dapat berakibat dianggap tidak memenuhi putusan PTUN dan MA dan juga kemungkinan besar mendorong Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) untuk melarang pertandingan tenis meja saat Asian Games 2018,” ujar Gatot.

Namun, Gatot mengatakan KONI langsung merespons positif untuk menindaklanjuti peringatan Kemenpora itu. “Tujuan KONI untuk mempercepat peningkatan prestasi olahraga menjelang Asian Games 2018 tidak sampai melanggar ketentuan peraturan yang berlaku,” ujar Gatot.

Sebelumnya KONI mengumpulkan para pengurus cabang olahraga. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengkoordinasikan nomor-nomor potensial bagi Indonesia pada penyelenggaraan Asian Games 2018. Di arena multi cabang tersebut akan digelar setidaknya 462 nomor pertandingan.

Ketua Umum KONI Tono Suratman mengatakan pihaknya perlu menginventarisir keberadaan nomor-nomor unggulan yang masih belum masuk sebagai nomor pertandingan. Koordinasi juga dilakukan untuk pembahasan nomor-nomor pertandingan Asian Games 2018 bersama pengurus cabang olahraga untuk menyepakati pemberian nomor non-unggulan kepada cabang olahraga yang punya nomor unggulan.

” Agenda kami adalah membantu Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) terkait cabang-cabang olahraga yang diunggulkan tapi nomor-nomor pertandingannya belum masuk. Pembahasan ini juga merujuk pada permintaan dari Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang meminta nama-nama atlet sudah masuk dalam daftar peserta Asian Games pada lusa,” kata Tono, Senin (23/10/2017).

KONI menyerahkan keputusan pemberian nomor pertandingan non-unggulan kepada masing-masing pengurus cabang olahraga. Tono mengklaim rapat koordinasi persiapan Asian Games 2018 bersama pengurus induk cabang-cabang olahraga itu tidak melampaui kewenangan KONI dalam bidang pengawasan prestasi olahraga nasional.

“Saya kira dalam rapat ini tidak ada yang ditutup-tutupi. Rapat ini juga untuk mempercepat proses dan menindaklanjuti arahan Sekretaris Kemenpora untuk melaksanakan percepatan-percepatan yang bisa dilakukan,” kata Tono.

KONI sendiri saat ini memproyeksikan 16 cabang olahraga prioritas kontingen Merah-Putih Asian Games 2018. Proyeksi tersebut menyusul 23 cabang olahraga prioritas yang telah ditetapkan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Kami baru membaca ada 16 cabang olahraga. Tapi, kami akan mematangkan lebih lanjut karena semakin banyak cabang yang berpotensi berarti semakin bagus,” kata Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno selepas rapat koordinasi KONI dengan pengurus cabang-cabang olahraga.

Meskipun menolak untuk menyebut 16 cabang olahraga itu, Suwarno mengatakan sebanyak 16 cabang olahraga prioritas itu bukan hanya untuk atlet-atlet utama tetapi juga atlet-atlet pelapisnya. “Tapi, kami belum bicara kuota atlet. Hanya nomor pertandingan saja dan itu tidak berubah dari total 462 nomor,” kata Suwarno.

Pertemuan KONI dengan pengurus induk cabang-cabang olahraga itu termasuk pemetaan nomor-nomor potensial medali bagi Indonesia dalam Asian Games 2018.
Sebelumnya, Satlak Prima menetapkan 23 cabang prioritas jelang Asian Games 2018.

Cabang-cabang itu adalah angkat besi, atletik, balap sepeda, bola boling, bridge, bulu tangkis, dayung, jet ski, judo, karate, kano, menembak, panahan, panjat tebing, paralayang, pencak silat, renang, soft-tenis, taekwondo, tinju, voli pantai, dan wushu. (Ant)

Lihat juga...