Pengamat: Indonesia Harus Bangga Gatot Ditolak Masuk Amerika

JAKARTA – Pengamat Militer Eko Ismadi menyebut Indonesia seharusnya merasa bangga dengan ditolaknya Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk masuk ke Amerika Serikat. Terlebih penolakan dilakukan karena informasi intelejen.

Eko menjelaskan, kalau bicara dalam kontek penolakan, Panglima ditolak dimanapun terjadi bukan hanya di Indonesia, Presiden Soekarno saja pernah ditolak. “Jadi kalau pemimpin ditolak oleh negara Amerika itu biasa, justru ini penghargaan, bangga,” kata Eko kepada CendanaNews, ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, kalau yang menolak itu negara Kamboja, Myanmar, Malaysia, Filipina, dan Laos, misalkan. Maka pantasnya kita merenung. “Tapi ini yang menolak Amerika, negara super power dan kita tahu pola pikir Amerika seperti apa terhadap negara-negara yang mereka kuasai. Ini suatu yang terhormat,” tukas Eko.

Kembali dia menegaskan, sebuah negara dan pemimpin bangsa yang tidak disenangi oleh Amerika, Inggris, Prancis dan sebagainya negara Eropa dalam artian kolonial. Itu justru kita terhormat. “Sekali lagi kalau yang menolak itu,  Laos, Filipina, Malaysia, Papua Nugini,  kita merasa terhina, ada apa ini? Nah itu dalam kontek penolakan,” ujarnya.

Sementara dalam kontek kenegaraan dan prosedur serta protokoler Eko menilai terjadi miss comunications atau ada sabotase. Kemungkinan lain adalah ada informasi simpang siur yang meragukan kepemimpinan di Amerika. Atau bisa juga kemungkinan orang-orang yang tidak suka dengan Panglima TNI, sikapnya diterjemahkan dalam politis.

Kalau yang bicaranya anggota DPR, ketua partai, Eko pun meminta terjemahkan juga secara militer. “Kalau Panglima TNI masa diterjemahkan, nggak pada tempatnya,” ujarnya.

Eko mengakui dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa Panglima TNI sudah diizinkan bahkan difasilitasi oleh pesawat US terbang ke Amerika.”Artinya, kita nggak mau berandai-andai siapa sih yang sebenarnya berusaha untuk menghambat, pasti ada,”  kata Eko.

Terkait penolakan Amerika yang diisukan lantaran kedekatan Panglima TNI dengan umat Muslim. Eko pun tidak sependapat. Menurutnya, itu tidak ada kaitannya, Amerika pun tidak membenci umat Muslim. Isu itu dihembuskan oleh orang-orang yang tidak suka dan tidak senang dengan TNI.

“Sekarang saya tanya, apakah Panglima nggak boleh bergaul dengan masyarakat? Kalau Panglima bergaul dengan masyarakat, salahnya dimana? Isu itu sangat mengada-ngada. Kembali saya tegaskan bahwa sikap militer jangan diterjamahkan politik,” pungkas Eko.

 

Lihat juga...