350 Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah di Pantai Padang
PADANG – Cuaca hujan yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, selama sepekan ini membuat sampah-sampah dibawa arus sungai hingga ke muara, membuat lokasi wisata Pantai Padang dikotori oleh tumpukan sampah.
Koordinator Lapangan Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Yol Datuak Sati mengatakan, kotornya Pantai Padang bukanlah akibat dari pedagang atau masyarakat setempat yang sengaja dibuang ke luat. Akan tetapi, akibat dibawa arus sungai hingga ke muara sehingga sampah-sampah yang berada di hulu sungai, dihantarkan ke pantai.
“Memang di sepanjang bibir Pantai Padang ini dipenuhi sampah. Ini bukanlah disengaja, tapi akibat faktor cuaca. Jadi, setiap hujan datang di Kota Padang ini, dapat dipastikan akan banyak sampah yang berada di bibir pantai,” ucapnya, Rabu (11/10/2017).
Ia menyebutkan, untuk melakukan pembersihan pantai itu, Dinas Lingkungan Hidup Padang menurunkan kader kebersihan sebanyak 350 orang. Petugas ini akan mengambil sampah-sampah yang berserakan hingga mengumpulkan untuk diangkut oleh truk kontainer dan dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Yol mengaku belum bisa memastikan berapa perkiraan banyaknya sampah yang ada di sepanjang bibir pantai tersebut. Namun, dari kondisi di lapangan, sampah-sampah yang ada tidak hanya dari sampah plastik, akan tetapi juga ada pakaian bekas, kayu, dan bahkan bangkai hewan.
“Tim kebersihan tidak hanya turun hari ini saja, tetapi juga turun ke sejumlah titik yang dinilai memiliki titik sampah yang banyak berserakan,” katanya.
Menurutnya, meski upaya mengambil sampah di lokasi bibir Pantai Padang terlihat belum optimal, akan tetapi dengan usaha yang dilakukan oleh petugas di lapangan secara gotong royong, perlahan-lahan sampah yang ada akan mulai berkurang.
Sebelumnya, Yol mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan penggalian lubang di tepi pantai untuk menimbun sampah-sampah tersebut. Namun, jika hal tersebut terus dilakukan, ia khawatir akan menimbulkan dampak yang kurang bagus, mengingat cukup banyak pedagang yang berada di lokasi penggalian tersebut.
Sementara itu, masyarakat setempat, Roza mengatakan, sangat resah dengan kondisi Pantai Padang yang sedemikian kotor. Padahal masyarakat setempat lebih memilih membakar sampah, ketimbang harus membuang ke laut.
“Sampah yang kita bakar itu seperti daun-daun pohon yang berjatuhan. Sedangkan untuk sampah sisa makanan, plastik dan yang lainnya kita buang ke kontainer,” ujarnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Padang tidak berpikir negatif terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Karena, sejauh ini masyarakat setempat tidak pernah membuang sampah ke laut.
“Tentunya kami masyarakat berharap, ada upaya yang lebih bagus lagi, sehingga sampah-sampah dari sungai itu tidak menumpuk di bibir pantai. Karena, lokasi itu lokasi wisata, sangat disayangkan jika banyak sampah,” ungkapnya.
