Suka Swafoto Dengan Suasana Alam, Gunung Beruk di Ponorogo Jawabannya
PONOROGO — Geografis bumi reog yang didominasi dengan pegunungan, membuatnya memiliki deretan wisata alam, mulai air terjun hingga kawasan puncak gunung. Kelebihan ini lah yang akhirnya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan objek wisata. Salah satunya gunung Beruk yang berada di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo.
Disini, wisatawan bebas berswafoto sembari menikmati sejuknya kawasan hutan. Pasalnya, pemuda yang tergabung ke dalam kelompok karang taruna membuat banyak spot foto yang menarik, mulai dari rumah ranting, ayunan, gardu pandang dan taman berbentuk hati.
Ada pula tulisan ‘MT Beruk’ atau mountain Beruk yang berarti Gunung Beruk juga tak luput menjadi salah satu spot foto ‘kekinian’ yang banyak digandrungi anak muda. Selain itu ada tiga rumah yang terbuat dari ranting kayu. Tak ayal hal inilah yang membuat wisatawan semakin tertarik mengunjungi Gunung Beruk.

Salah satu warga, Moh. Awi (36 tahun) menjelaskan, wisata alam yang dibuka sejak tahun 2015 lalu ini sukses menyedot perhatian wisatawan. Setiap akhir pekan dan hari libur tempat ini selalu ramai dengan wisatawan.
“Ada banyak spot foto yang disukai anak muda sehingga jumlah wisatawan selalu meningkat,” jelasnya kepada Cendana News, Minggu (19/8/2017).
Gunung Beruk berada di sisi selatan Ponorogo berjarak 20 km dari pusat kota. Wisatawan bisa dengan mudah menemukan lokasi wisata ini, sebab banyak petunjuk arah. Akses jalan pun terbilang mudah.
“Tempat ini pun sering dijadikan bumi perkemahan anak sekolah,” tuturnya.
Wisata alam ini pun dijaga oleh pemuda karang taruna. Setiap minggu selalu ada agenda kerja bakti. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan merawat tanaman yang ada di Gunung Beruk.
“Kami buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.30 WIB,” tukasnya.
Selain menambah pemasukan desa, tempat wisata ini juga mampu menambah pendapatan warga yang berjualan di area wisata. Disini berjejer warung makanan yang dikelola oleh warga. Pengunjung pun dapat dengan mudah menemukannya. Meski berada di Gunung Beruk, jangan khawatir masalah perut.
“Akses jalan ke gunung pun diperbaiki oleh warga, ada jalan setapak yang biasa dilalui,” tandasnya.
Ada pula spot foto tambahan yang hanya ada saat musim penghujan. Adanya sungai kecil yang mengalir di Gunung Beruk. Keuntungan lainnya jika berkunjung kesini, tidak perlu merogoh kocek dalam, disini hanya ditarik biaya parkir alias gratis masuk kawasan wisata.
“Wisatawan tidak perlu membayar tiket, cukup bayar parkir saja Rp5 ribu,” cakapnya.
Dibalik segala daya tariknya, Gunung Beruk memiliki masalah sumber air. Jika musim kemarau, dipastikan disini kesulitan.
Ketua karang taruna, Teguh menambahkan, sebenarnya wisata yang ingin ditonjolkan bukanlah Gunung Beruk melainkan Gunung Bangkong. Dimana bisa menikmati sunrise. Namun ada satu pos di Gunung Beruk yang jadi favorit pendaki.
“Kami sebenarnya ingin mengangkat Gunung Bangkong bersama mahasiswa KKN UGM Yogjakarta, disana ada pemandangan sunrise dan bukit bintang,” tambahnya.

Nah, sebelum mencapai puncak Gunung Bangkong dibuatlah pos peristirahatan, salah satunya Gunung Beruk dan disinilah muncul ide membuat arena foto, akhirnya justru yang terkenal adalah Gunung Beruk.
“Meski begitu akibat membludaknya jumlah pengunjung, pengelolaan wisata didapat hanya dari dana parkir,” paparnya.
Diakui Teguh, dirinya bersama perangkat desa belum berani memberlakukan tiket masuk. Pasalnya, dinas terkait belum turun tangan membantu. “Belum berani buka loket karena dinas pariwisata belum turun tangan,” pungkasnya.