Agupena Flotim Bantu Promosikan Danau Asmara

LARANTUKA — Selain melakukan pendampingan kepada guru dan siswa untuk menulis hingga menghidupkan gerakan literasi di Flotim, Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang kabupaten Flores Timur (Flotim) juga memberikan kontribusi dalam melakukan promosi objek–objek wisata, salah satunya Danau Asmara atau Danau Waibelen.

Ketua Agupena Flores Yimur, Maksimus Masan Kian kepada Cendana News Minggu (10/9/2017) mengatakan, danau Asmara hingga saat ini mulai rampai dikunjungi berkat publikasi–publikasi di media sosial, media cetak dan elektronik yang rutin dilakukan Agupena Flotim.

“Kami juga memberikan konsep untuk penataan dan penambahan fasilitas–fasilitas di Danau Asmara guna menambah indah dan menarik wajah danau yang bernama asli Danau Waibelen ini,” jelasnya.

Maksi menyebutkan, selain dirinya ada Jemmy Paun, Pengurus Agupena Flotim yang pertama kali menggagas pembuatan rumah pohon di sekitar danau, juga pondok ceruk di danau. Sementara Tobias Ruron, Amber Kabelen, pengurus Agupena Flotim yang gencar melakukan publikasi tentang keindahan danau melalui media sosial dan media cetak.

“Bukan hanya itu, ruas jalan rusak menuju Danau Asmara yang hingga kini sudah diperbaiki adalah juga berkat tulisan tulisan Agupena Flotim sejak tahun 2015, termasuk tulisan Maksi dalam buku ‘Ujung Pena Guru Kampung’ yang mengkritik tajam kondisi jalan yang rusak di Danau Asmara dan selang beberapa bulan jalan diperbaiki,” sebutnya.

Belum lama ini, papar Masan, Tim Agupena Flotim yang terdiri dari Maksimus Masan Kian, Muhammad Soleh Kadir, As’yari Hidayah Hanafi kembali menyambangi Danau Asmara dan melakukan publikasi secara masif dengan tujuan untuk mempromosikan keindahan Danau Asmara yang selama ini belum terjangkau secara luas.

“Puluhan tulisan terekspos di media sosial juga di media cetak termasuk reportasi dan pembacaan puisi oleh Muhammad Soleh Kadir di youtube yang saat ini sudah beredar luas,” ungkapnya.

Muhammad Soleh Kadir, anggota Agupena Flotim lainnya mengatakan, jantung dari promosi sebuah objek wisata adalah yang pertama publikasi, dan berikutnya pelayanan dan ketersediaan fasilitas.

“Agupena Flotim akan terus melakukan upaya semampu kami untuk membantu promosi objek wisata ini dan dalam waktu dekat, kami akan mencetak baliho promosi Danau Asmara untuk ditempel di beberapa titik strategis di kota Larantuka dan sekitarnya seperti di depan bandara, di pelabuhan, di pasar dan titik titik strategis lainnya untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi, selain akan disebar di media online,” terangnya.

Kondradus Brinu, tokoh muda desa Waibao kecamatan Tanjung Bunga, yang mengelolah Pondok Ceruk dan melayani wisatawan mengelilingi danau dengan sampan menyampaikan aspresiasi kepada Agupena Flotim yang terus bergerak secara swadaya berkontribusi untuk Desa Waibao, khususnya promosi Danau Asmara.

“Sebagai warga Waibao kami sangat berterima kasih dengan Agupena Flotim. Kami merasa sangat terbantu dan bangga bisa berkenalan dengan Agupena Flotim yang dengan tulus telah membantu kami masyarakat kecil,” tuturnya.

Gambar danau Waibelen yang akan dicetak dalam bentu spanduk dan baliho oleh Agupena Flotim untuk publikasi danau Waibelen atau danau Asmara. Foto : Ebed de Rosary

Semoga ke depannya harap Konradus, masyarakat Waibao terus bekerja sama dengan Agupena Flotim untuk melakukan penataan di Danau Asmara sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata Flotim, bila perlu menjadi ikon wisata Flotim.

Lihat juga...