Petani Karanganyar Andalkan Limbah Tebu untuk Irigasi

SOLO — Musim kemarau panjang tahun ini membuat sebagian sawah milik petani di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami kekeringan. Bahkan, tak sedikit dari petani di Kecamatan Tasikmadu, Kebakkramat memanfaatkan limbah pengolahan tebu dari PG Tasikmadu sebagai sumber air untuk irigasi.

Salah satu petani asal Tasikmadu, Sardi menyebutkan, tak kurang dari 20 hektare sawah di wilayah Tasikmadu menggantungkan irigasinya dari limbah dengan bau yang cukup menyengat tersebut. Bahkan, untuk pemerataan petani, air limbah dari Pabrik Gula Tasikmadu itu digilirkan untuk mencukupi kebutuhan petani.

“Satu minggu sekali saya dapat giliran limbah untuk mengairi sawah. Kalau tidak dapat giliran, tidak boleh mengambil airnya,” ucap Sardi saat ditemui Cendana News, Senin (11/9/2017).

Di musim kemarau seperti kali ini, keberadaan limbah tebu, lanjut Sardi, sangat bermanfaat bagi petani. Sebab, air limbah pabrik gula itu menjadi satu-satunya sumber air yang diandalkan petani. “Kalau kemarau seperti ini, air dari waduk sudah tidak sampai. Karena waduk juga mengalami kekeringan, sehingga airnya juga tinggal sedikit,” kata pria 65 tahun itu.

Setidaknya terdapat lima desa yang petaninya mengandalkan air limbah dari pabrik gula yang dibangun pada masa Mangkunegaran IV. Di antaranya, Desa Karangmojo, Buran, Kaling Kecamatan Tasikmadu, Desa Brujul Kecamatan Jaten, serta Desa Nangsi, Kecamatan Kebakkramat.

Suroto, petani lain di Desa Kaling menyebutkan, jika pada masa tanam tiga (MT3), keberadaan air untuk sarana irigasi sangat sulit ditemukan. Selain banyak yang mengalami kekeringan, keberadaan air untuk irigasi sulit ditemukan.

Diakui dia, meski air limbah dari pengolahan tebu itu, dari berbagai penelitian berdampak negatif, namun petani tidak memiliki jalan keluar lain untuk memenuhi kebutuhan pertanian. “Ya terpaksa digunakan. Kalau tidak, petani tidak bisa panen,” tambah dia.

Penggunaan limbah tebu untuk pengairan pertanian kata Suroto, hanya digunakan saat musim kemarau panjang. Air limbah pengolahan tebu dari PG Tasikmadu juga hanya digunakan untuk tanaman padi. “Selain padi tidak bisa. Limbah ini dimanfaatkan karena tidak ada sumber air lainnya,” tandasnya.

Pekat, air limbah pengolahan tebu dari PG Tasikmadu, yang dimanfaatkan banyak petani untuk irigasi di musim kemarau/Foto: Harun Alrosid.
Lihat juga...