Pemkab Tabalong Optimalkan Penyuluh Pertanian Swadaya

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong, Kalimantan Selatan, memberdayakan tenaga penyuluh pertanian swadaya mengingat terbatasnya tenaga penyuluh yang ada di wilayah ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong, Johan Noor Effendi di Tanjung, Rabu mengatakan, peran tenaga penyuluh cukup besar dalam mewujudkan pertanian yang lebih baik.

“Saat ini kita memiliki 66 tenaga penyuluh swadaya dengan harapan bisa membantu upaya mewujudkan pertanian yang lebih baik,” ujar Johan menjelaskan.

Para penyuluh ini menerima Biaya Operasional Penyuluh (BOP) Rp300 ribu per bulan dari APBD Kabupaten karena jika mengacu Peraturan Menteri Pertanian nomor 61/ Permentan/OT.140/2008 penyuluh swadaya tidak menerima honorarium.

Sementara itu dalam upaya menuju pertanian yang lebih baik Pemkab Tabalong menargetkan tanam padi 25 hektare meski luas sawah di Bumi Saraba Kawa ini hanya 15.511 hektare.

“Kita mengupayakan tanam padi dua kaki setahun untuk lahan sawah seluas 4.720 hektare termasuk melaksanakan program cetak sawah baru,” ujarnya.

Untuk program cetak sawah tahun ini mencapai 300 hektare di Desa Bangkiling dan Desa Hapalah Kecamatan Banua Lawas.

Selain itu mengoptimalkan lahan lebak yang tersebar di wilayah Selatan Tabalong agar bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sehingga target tanam padi bisa tercapai.

“Potensi lahan lebak sendiri mencapai 5.352 hektare yang tersebar di Kecamatan Muara Harus, Pugaan, Tanta dan Banua Lawas,” kata Kepala Seksi Padi Sudarsih.

Menurut Sudarsih, potensi lahan lebak memang cukup tinggi. Namun merupakan kawasan rawan banjir. Karena itu perlu penanganan khusus agar lahan ini bisa dimanfaatkan sebagai areal pertanian. (Ant)

Lihat juga...