Atasi Kekeringan, BPBD Kupang Bangun Sumur Bor

KUPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang berencana membangun sumur bor di sejumlah titik di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi krisis air bersih warga di musim kering melanda.

“Pengadaan sumur bor itu sudah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta dan diharap bisa segera disetujui untuk segera dibangun,” kata Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang, Ade Manafe, di Kupang, Jumat.

Menurut dia, permohonan pembangunan sumur bor itu sebagai salah satu aksi jangka panjang pemerintah melalui BPBD untuk mengatasi kriris air bersih warga di saat musim kemarau tiba di saban tahun.

Dengan sumur bor itu diharapkan akan bisa mampu mengatasi kondisi bencana kekeringan yang dimungkinkan akan dialami warga setiap puncak kemarau tiba.

Memang, kata dia, harus ada solusi jangka panjang dengan membangun sumur bor itu, karena secara alamiah pemerintah tak sanggup memprediksi dan sekaligus melawan kehendak alam yang terus saja berubah seturut kehendak alam itu sendiri.

“Kita tak mungkin melawan musim yang datang begitu saja di saat waktunya. Langkah yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi dengan penyediaan sarana air bersih itu,” katanya.

Dalam permintaan pembangunan sumur bor itu, BPBD Kota Kupang berencana akan membangun 18 titik sumur bor di sejumlah tempat sesuai hasil kajian dan studi lapangan dinas pertambangan provinsi guna memanfaatkan teknologi geolistrik.

Jumlah 18 titik itu tentunya secara teknologi memiliki cukup sumber air tanah yang nantinya akan dimanfaatkan dan difungsikan untuk mengaliri sejumlah wilayah yang sangat krisis air bersih.

Selain permohonan pembangunan sumur bor, BPBD Kota Kupang juga mengajukan tambahan bantuan air tangki yang akan dipakai menyuplai air bersih ke rumah warga secara gratis di tengah kemarau panjang ini.

“Kami sudah usulkan tambahan 400 unit tangki untuk menggenapi 500 tangki dari yang tersedia. Saat ini 100 unit tangki air bersih segera kita salurkan ke rumah warga,” katanya.

Menurut dia, pada tahun-tahun sebelumnya teralokasi 500 tangki air untuk bantuan penyaluran air bersih ke warga dan kelurahan yang mengalami krisis. Namun untuk 2017 ini hanya tersedia 100 unit tangki saja. “Karena itu kami minta tambahan menggenapi 500 tangki,” katanya.

Sambil menanti tambahan itu, saat ini 100 tangki yang tersedia segera disalurkan ke setiap kelurahan yang mengalami krisis air bersih, di awal puncak kemarau ini.

Sebanyak 100 tangki air itu akan dikerahkan ke sejumlah kelurahan yang menurut data sudah mengalami krisis air bersih di musim kemarau ini.

Dari jumlah 51 kelurahan di enam kecamatan yang ada, sesuai data yang ada terdapat 48 kelurahan yang termasuk dalam catatan krisis air bersih di musim kemarau ini.

Dalam konteks tersebut, setiap kelurahan tentu memiliki standar dan kadar jumlah krisis dan karena itu penyalurannya akan dilakukan sesuai kebutuhan.

“Tim dari BPBD sudah melakukan pendataan bekerja sama pihak kelurahan dan sudah diketahui jumlah kebutuhan yang ada di masing-masing kelurahan,” katanya.

Dari data kebutuhan itu, maka BPBD akan menyalurkan air bersih melalui tangki-tangki itu ke masing-masing kelurahan tersebut.

Ade mengaku, kegiatan penyaluran bantuan air bersih dari BPBD Kota Kupang untuk warga yang mengalami krisis air bersih sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir di musim dan waktu yang sama saat terjadi krisis air di setiap tahunnya. (Ant)

Lihat juga...