Akibatkan Banjir, Drainase Jalan Lintas Timur Sumatera Diperbaiki
LAMPUNG – Kondisi Jalan Lintas Timur Sumatera tepatnya di Dusun Muarapiluk Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni yang kerap mengalami banjir dari aliran sungai kecil Siring Itik ditambah dengan saluran drainase sistem gorong-gorong akhirnya mulai diperbaiki.
Menurut Samran, salah satu pengawas pekerja perbaikan drainase gorong-gorong yang dibangun beberapa tahun silam kondisinya sudah sangat buruk sehingga perlu dilakukan perbaikan drainase baru.
Gorong-gorong berukuran kecil berimbas pada saat musim hujan bahkan kerap tersumbat dan meluap ke tengah jalan dengan adanya material sampah dari pemukiman penduduk yang mengalir ke aliran sungai kecil Siring Itik tepat di depan PT Bandar Bakau Jaya. Banjir saat musim penghujan bahkan diakuinya kerap menghambat perjalanan kendaraan terutama roda dua dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju ke arah Provinsi Sumatera Selatan akibat dampak banjir di Jalan Lintas Timur KM 1 tersebut.
“Kondisi drainase yang sebelumnya berupa gorong-gorong diganti dengan box culvert precast yang lebih kokoh dan berukuran besar untuk memperlancar aliran air dari perkampungan warga menuju ke laut,” terang Samran yang tengah melakukan pengawasan pengerjaan pembangunan drainase di Jalan Lintas Timur Lampung KM 1 saat ditemui Cendana News Selasa sore (19/9/2017).
Dampak adanya pekerjaan galian drainase dengan proses penggalian dan pemasangan belasan box culvert precast dengan dua saluran drainase berukuran lebar dan tinggi memadai untuk mengantisipasi luapan air sungai kecil di lokasi tersebut membuat lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.
Sejumlah kendaraan dari dua arah yang menggunakan jalur Jalan Lintas Timur Sumatera yang merupakan jalan nasional bahkan harus rela mengantri untuk menunggu pengaturan lalu lintas akibat proses pengerjaan box culvert yang dikerjakan secara bertahap tersebut. Petugas pengatur lalu lintas bahkan dikerahkan di dua arah akibat posisi pengerjaan perbaikan drainase dilakukan tepat di depan pintu masuk pelabuhan landing craft tank (LCT) untuk penyeberangan dari pelabuhan PT BBJ Muara Piluk ke Bojonegara Provinsi Banten.
Salah satu warga Dusun Muara Piluk, Samsul, mengungkapkan, proses usulan pembuatan saluran drainase sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam dan baru terealisasi pada tahun 2017 untuk memudahkan masyarakat melintas terutama saat musim penghujan. Samsul menyebut, saat musim hujan air yang meluap ke jalan raya bahkan kerap mengganggu arus lalu lintas dari dua arah.
“Terkadang kendaraan roda dua bahkan harus mengalami mati mesin akibat terendam air sehingga perbaikan drainase memang harus dilakukan segera,” beber Samsul.
Perbaikan yang dilakukan saat musim kemarau diakuinya sangat tepat untuk memudahkan pengerjaan dengan adanya aliran sungai yang sedang mengalami debit air kecil. Setelah proses perbaikan drainase di titik Jalan Lintas Timur KM 01 Muara Piluk Bakauheni ia berharap, wilayah tersebut tidak mengalami luapan air banjir saat musim hujan.
