Perbaikan Jalinsum Jadi Prioritas Kementerian PUPR
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Aturan mengenai larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah/2020 tidak menghalangi program rehabilitasi kerusakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Perbaikan kerusakan jalan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satker P2JN.
Kasmir, penanggungjawab proyek Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Wilayah II Provinsi Lampung menyebut program rehabilitasi jalan dilakukan pada sejumlah ruas. Ruas yang diperbaiki meliputi Jalan Lintas Tengah, Jalan Lintas Barat, Jalan Lintas Timur Sumatera. Normalnya perbaikan dilakukan untuk memperlancar arus mudik lebaran.
Perbaikan sejumlah ruas Jalinsum menurutnya telah dilakukan sejak bulan April silam. Dimulai dari titik perbatasan dengan kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan perbaikan jalan dilakukan melalui sejumlah tahap. Pemetaan dilakukan oleh tim khusus untuk menandai sejumlah titik jalan berlubang,bergelombang. Selanjutnya dilakukan pembongkaran aspal dan penambalan.
“Tahun ini meski kegiatan mudik antar provinsi dan antar pulau dilarang namun program perbaikan Jalinsum jadi agenda yang sudah dianggarkan sehingga harus tetap berjalan untuk membuat jalan bebas lubang dan gelombang memberi kenyamanan bagi para pengendara,” terang Kasmir saat ditemui Cendana News di KM 81, Bakauheni, Rabu (13/5/2020).

Perbaikan sejumlah ruas Jalinsum menurut Kasmir ditargetkan selesai sepekan jelang hari raya Idul Fitri. Sebab ia memastikan meski mudik antar pulau dilarang namun Jalinsum tetap dilintasi oleh kendaraan ekspedisi pengangkut barang. Kondisi jalan yang mulus sebelum lebaran Idul Fitri sekaligus membantu kendaraan pengangkut logistik.
Perbaikan Jalinsum yang rusak menurutnya difokuskan pada sejumlah titik. Berdasarkan pemetaan Jalinsum yang rusak berada di Kecamatan Katibung, Sidomulyo, Penengahan dan Bakauheni. Kerusakan jalan menurutnya dominan disebabkan oleh kendaraan bertonase berat. Sebab selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) Jalinsum dominan dilintasi kendaraan pengangkut barang.
“Hujan yang terjadi berimbas sejumlah drainase meluap sehingga aspal terkelupas sebagian amblas,” cetusnya.
Puluhan titik Jalinsum yang diperbaiki menurut Kasmir berpotensi membahayakan pengguna jalan. Sejumlah titik yang membahayakan terutama berada di sejumlah ruas yang tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Saat malam hari kendaraan roda dua arah Bakauheni tujuan Rajabasa,Bandar Lampung berpotensi mengakibatkan kecelakaan.
Pada titik KM 81 Desa Hatta,Kecamatan Bakauheni Kasmir menyebut jalan amblas telah diperbaiki. Struktur pondasi yang amblas akibat hujan menurutnya telah diperbaiki dengan batu sabes. Titik amblas sepanjang lebih kurang 20 meter menurutnya berada di sisi A dari Bakauheni menuju Bandar Lampung. Sebelum hari raya Idul Fitri ia memastikan Jalinsum akan bebas lubang (zero hole) untuk memberi kenyamanan pengendara.
“Mudik lokal tentunya masih akan dilakukan warga sehingga infrastruktur jalan tetap harus diperbaiki,” tegas Kasmir.
Selain perbaikan badan jalan PUPR juga melakukan pembersihan bahu Jalinsum. Bahu jalan yang sebelumnya ditumbuhi rumput mulai dibersihkan dengan alat berat. Selain pembersihan rumput di sepanjang bahu Jalinsum petugas juga melakukan pengecatan pada sejumlah jembatan. Proses pengecatan tiang dan trotoar jembatan diiringi dengan penambalan sejumlah sambungan jembatan yang rusak.
Hasan, salah satu warga menyebut menyambut baik upaya perbaikan di sepanjang Jalinsum. Namun ia menyayangkan fasilitas lampu penerangan jalan umum yang tidak diperbaiki. Sebab sejumlah lampu tenaga surya dan tenaga listrik yang rusak tidak menyala semenjak setahun terakhir. Lampu yang tidak menyala menurutnya sangat membahayakan pengguna jalan saat malam hari.
Perbaikan Jalinsum dengan sistem tambal sulam menurutnya sangat membantu warga. Sebab meski arus mudik dipastikan tidak seramai tahun sebelumnya,mudik lokal masih akan dilakukan warga. Sejumlah ruas Jalinsum yang rusak menurutnya tidak diiringi dengan perbaikan pada ruas jalan provinsi. Jalan provinsi yang rusak diakuinya ada di ruas Palas, ruas Kalianda, Rajabasa, Penengahan dan Ketapang.