Positif Covid-19 di NTT 30 Orang, Sikka Siaga

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Setelah pasien pertama positif Covid-19, EA asal Kabupaten Alor, pasien positif di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami penambahan dimana hingga Rabu (13/5/2020) telah ada 30 pasien yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di NTT.

Jika sebelumnya jumlah pasien positif masih sebanyak 18 orang, jumlah tersebut meningkat tajam Rabu (13/5/2020) menjadi 30 orang setelah diumumkan 12 kasus baru di beberapa wilayah.

“Terdapat tambahan 12 kasus baru dari tiga klaster  yang berbeda,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT,  Dominikus Minggu Mere di Kantor Gubernur NTT, Rabu (13/5/2020).

Dominikus memaparkan, sebanyak 12 kasus itu tersebar di 4 kabupaten yakni 9 kasus di Kabupaten Manggarai Barat serta masing-masing satu kasus dari Ende, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Sumba Timur.

Dirinya menjelaskan, 9 pasien positif dari Kabupaten Manggarai Barat  ini berasal  Gowa, Sulawesi Selatan. Para pasien ini sebutnya, sedang menjalani perawatan di RSUD Komodo, Labuan Bajo.

“Untuk Kabupaten Ende pasien positif Covid-19 juga berasal dari klaster Gowa dan dirawat di RSUD Ende. Satu pasien dari Kabupaten Timor Tengah Selatan asalnya dari klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Pasien tersebut saat ini sedang dirawat di RSUD Soe,” paparnya.

Sedangkan pasien terakhir yang positif berasal dari Kabupaten Sumba Timur berasal dari klaster Bethel Petamburan, Jakarta Barat. Pasien ini juga sedang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Sebanyak 11 kasus positif beber Dominikus, diperoleh setelah sampel swab para pasien diperiksa di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD WZ Johannes KupangSemenytara satu kasus lainnya hasil pemeriksaan Laboratorium Eijkman, Jakarta.

“Dua pasien positif telah sembuh dan seorang pasien positif di Kupang meninggal dunia. Sisanya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di beberapa wilayah di NTT,” ungkapnya.

Meningkatnya kasus positif jelas Dominikus karena  Laboratorium Biologi Molekuler RSUD WZ Johannes Kupang telah memeriksa sampel swab sendiri sehingga bisa lebih cepat diketahui hasilnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan, Rabu (13/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Cepatnya pemeriksaan diharapkannya bisa membuat pemerintah kabupaten dan kota di NTT bisa segera mengambil langkah cepat guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

Sementara itu juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengakui, pihaknya belum nenerima hasil swab 71 sampel yang dikirim untuk menjalani pemeriksaan di Kupang.

Petrus berharap hasil pemeriksaan sampel swab asal Sikka itu segera diketahui, dan apa pun hasilnya pihaknya telah siap menanganinya sesuai dengan protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami telah siap menerima apapun hasil swab tersebut termasuk kondisi terburuk sekalipun bila ada pasien yang positif Covid-19. Kita telah menyiapkan langkah-langkah penanganannya,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat berdialog dengan warga Desa Lela di kantor bupati Sikka di mana pemerintah menurutnya telah menyiapkan langkah penanganan apabila jumlah pasien melebih daya tampung ruang isolasi.

“Bila jumlah pasien positif Covid-19 lebih dari 19 orang maka RS TC Hillers Maumere akan dikhususkan merawat pasien Covid-19.Pasien umum akan dipindahkan ke dua rumah sakit swasta yakni RS Sta. Elisabeth Lela dan RS St. Gabriel Kewapante,” jelasnya.

Lihat juga...