Zonasi dan Pemasaran Dukung Penjualan Produk UKM di Lampung Selatan
LAMPUNG — Produk produk industri rumahan skala kecil atau produk usaha kecil menengah masih menjadi usaha cukup menjanjikan bagi produsen pembuatan makanan tradional olahan berbahan hasil pertanian.
Usaha olahan tersebut di antaranya singkong, ubi jalar, pisang serta hasil pertanian lain yang dijadikan produk makanan. Sebagian besar produk makanan asal Lampung Selatan tersebut mudah dijumpai di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di dekat Pelabuhan Bakauheni.
Sepanjang jalan yang menjadi pintu masuk dan keluar Jalan Tol Trans Sumatera terdapat ratusan toko produk olahan hasil masyarakat Lamsel tersebut, Produk itudipajang secara rapi di setiap toko. Umumnya produk makanan ringan itu dibeli sebagai oleh oleh oleh wisatawan.
Sumiati, salah satu pemilik toko oleh oleh di Jalan Lintas Timur Sumatera mengaku dirinya sudah mulai memiliki usaha penjualan oleh oleh makanan tradisional produk industri rumahan sejak 2001.
Kini dia memiliki empat outlet dengan sistem penyebaran outlet di beberapa lokasi seperti Jalan Lintas Timur, area Pelabuhan Bakauheni dan dua di Jalan Lintas Sumatera. Sebagian produk usaha kecil tersebut sebagian besar merupakan kemitraan dengan produsen usaha makanan tradisional untuk memasarkan produknya dengan berbagai varian dan juga strategi pengemasan yang beragam.
“Saya menampung produk dari hasil pembuatan usaha kecil masyarakat berbagai kecamatan yang jauh dari jalan utama sementara saya memiliki outlet sehingga kita lakukan kerjasama agar usaha masyarakat berjalan dengan lancar,” ujar Sumiati kepada Cendana News pemilik outlet penjual saat melayani salah satu pelanggannya, Selasa (15/8/2017).
Lokasi strategis beberapa outlet atau toko penjualan oleh oleh yang dimilikinya sekaligus menjadi keuntungan untuk meningkatkan penjualan berimbas pada keberlangsungan usaha kecil menengah di wilayah tersebut yang melakukan produksi secara rumahan diantaranya keripik pisang,singkong dan kerupuk kemplang.
Hal yang sama juga diakui oleh Ahsan pemilik warung sekaligus produsen pembuat keripik pisang dan berbagai jenis olahan hasil pertanian lain yang tepat di pertigaan pertemuan antara Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera Bakauheni.
Masa liburan panjang, hari raya dan tanggal merah menjadi puncak meningkatnya penjualan yang mendukung terus berlangsungnya proses penjualan produk makanan tradisional olahan masyarakat.
“Kami menyewa kios yang sudah disediakan oleh pemerintah Desa Bakauheni dan memfasilitasi kami dengan lokasi strategis dan tempat berjualan yang memadai,” terang Ahsan.
Ahsan yang sebelumnya hanya memiliki warung sederhana di rumah yang jauh dari jalan raya mengaku mengalami peningkatan omzet dua kali lipat setelah menempati lokasi berjualan produk usaha kecil di desanya dari semula beromzet Rp500 ribu per minggu kini bisa meningkat menjadi Rp1,5 juta.
Lokasi ramai dan memadai diakuinya menjadi pemicu peningkatan penjualan terutama zonasi atau penentuan kawasan berjualan sudah ditetapkan. Tak mengherankan ratusan pedagang oleh oleh hasil produk usaha kecil menengah banyak berjajar di kawasan Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera Bakauheni tanpa takut tersaingi dengan banyaknya konsumen terutama pada hari libur.
Camat Kecamatan Bakauheni Zaidan saat dikonfirmasi melalui selulernya mengaku konsep penataan lokasi berjualan atau zonasi berjualan produk UKM memang telah ditentukan berdampingan dengan lokasi wisata Menara Siger.
Ia berharap dengan zonasi tersebut bisa meningkatkan penjualan produk UKM dan memberi dampak peningkatan ekonomi warganya dari berjualan produk olahan hasil pertanian.
“Penataan telah dilakukan sehingga awalnya warga yang membuat warung dadakan atau penjualan oleh oleh dengan gubuk gubuk diarahkan ke outlet dengan sistem sewa ke pemerintah desa,” ungkap Zaidan.
Penyediaan outlet dengan jumlah puluhan tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga di lokasi yang strategis. Sasaran pasarnya adalah masyarakat yang akan berwisata ke Menara Siger dan akan menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni bisa membeli oleh oleh produk olahan UKM berupa makanan tradisional.
Selain lebih menambah estetika pintu gerbang Sumatera tersebut rantai distribusi dari produsen, penjual dan konsumen lebih memadai dan lokasi strategis yang sangat mendukung. Selain sudah ditempatkan di lokasi khusus seiring dengan proses pembangunan Jalan Tol Sumatera dan Dermaga VII Bakauheni.
Strategi ini diharapkan akan semakin meningkatkan penjualan produk UKM masyarakat selain makanan juga kerajinan tangan. Berbagai jenis usaha kuliner dan produk makanan berbahan ikan hasil nelayan juga dengan mudah dipasarkan dengan keberadaan lokasi berjualan yang memadai dan ditetapkan sebagai pusat oleh oleh khas Lampung di Bakauheni.


