Tingginya Konsumsi RT Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA — Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, mengatakan, tidak ada masalah dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik Triwulan I hingga Triwulan II 2017. Sri Mulyani menganggap, angka pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen masih sangat baik.
Dirinya berpendapat, naik turunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi beberapa hal, di antaranya adalah kondisi perekonomian dalam negeri dan luar negeri atau global. Juga dipengaruhi oleh perkembangan pencapaian ekspor Indonesia dan rendahnya nilai inflasi yang terkendali atau terjaga dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Sri Mulyani, faktor tingginya konsumsi rumah tangga atau masyarakat yang mencapai 4,95 persen dalam beberapa bulan terakhir bisa dibilang sangat tinggi, karena nyaris mendekati angka 5,0 persen. Hal ini patut diwaspadai, karena tingginya permintaan atau konsumsi rumah tangga tersebut nantinya juga akan mempengaruhi tingginya permintaan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan perekonomian Indonesia pada Triwulan II 2017 sama dengan Triwulan I atau sebelumnya karena dipengaruhi oleh Pembentukan Modal Tertap Produk Domestik Bruto (PMT-PDB) sebesar 5,35 persen, kemudian ekspor sebesar 3,36 persen, impor 0,55 persen, selain itu juga karena faktor konsumsi Pemerintah sebesar 1,93 persen dan juga faktor tingginya konsumsi rumah tangga sebesar 4,95 persen” jelasnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Sri Mulyani menambahkan, banyak hal penting yang harus dibenahi oleh Pemerintah jika target pertumbuhan ekonominya bisa naik sebesar 5,2 persen pada Triwulan IV Tahun 2017 (Oktober-Desember). Salah satunya dengan menjaga agar inflasi hingga akhir tahun tetap stabil atau konsisten berada di bawah kisaran 1 persen.
Menurut Sri Mulyani, Pemerintah saat ini sedang melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan, terutama untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan yang terjadi pada Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2017. Dengan demikian, diharapkan pencapaian pertumbuhan perekonomian di Indonesia hingga akhir 2017 akan mampu berada di angka 5,2 hingga 5,4 persen.