Raja Jipang: TMII Satukan Umat Melalui Kebudayaan
JAKARTA – Gusti Pangeran Raja Adipati Jipang II, Barik Barliyan Suryowiyoto, merasa bangga bisa menggelar seni dan budaya Kerajaan Jipang di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menurutnya, tampil di TMII adalah kesempatan Jipang bisa masuk ke jantung Ibukota Jakarta, untuk menunjukkan kebudayaan Jipang kepada masyarakat luas.
Dirinya juga merasa bangga dengan hadirnya miniatur TMII yang menampilkan berbagai anjungan lengkap dengan budaya dan adat istiadatnya. “Penggagas Taman Mini, Ibu Tien sangat luar biasa menyatukan budaya bangsa. Inilah peninggalan Orde Baru yang bebas politik,” ungkap Gusti Pangeran Raja Adipati Jipang II, Barik Barliyan Suryowiyoto, kepada CendanaNews, usai acara, Kamis (10/8/2017).
Barik menjelaskan, artinya bebas politik itu adalah pemersatu kekuatan Orde Baru. Jadi, tegas dia, TMII sebagai peninggalan Orba dari sisi budaya. Ini sangat luar biasa dahsyat, bahwa budaya pemersatu bangsa. “Terlihat nyata, pada hari ini saja banyak yang datang, ada raja dari Gowa, Sulawesi Selatan, dan lainnya. Itu tanpa pamrih murni silaturahmi budaya. Coba politik, nggak begini. Dengan budaya kita satukan umat,” tukasnya.
Dirinya berharap, agar Kerajaan Jipang bisa tampil minimal satu kali dalam setahun di TMII. Karena dengan adanya TMII ini sangat menunjang pelestarian sejarah budaya Jipang. Apalagi, keberadaan Jipang ini menunjang aset destinasi budaya dari Jawa Tengah. Jika Jipang diagendakan tampil rutin di Anjungan Jawa Tengah, maka Pemprov Jawa Tengah memiliki tiga keratin, yaitu Surakarta, Mangkunegara, dan Jipang.
“Karena Jipang dalam sejarah itu cukup memegang peranan yang cukup strategis. Kebesaran Jipang terkait dengan kebesaran Demak dan Lasem. Ketika Jipang bicara, maka banyak yang terbawa oleh Jipang,” ujarnya.
Dirinya terus berupaya, agar budaya asli Jipang itu bisa kembali lestari dan menyemat tidak hanya di hati masyarakat Jipang, tapi juga masyarakat luas di Indonesia dan mancanegara. Maka, dengan tampil di TMII merupakan kebanggaan tersendiri dalam membangkitkan dan memperkenalkan budaya Jipang.
Adapun yang dimaksud budaya Jipang bangkit kembali, dirinya menjelaskan, bahwa Jipang dalam kurun waktu pemerintahan Arya Jipang. Sebab, Jipang pada masa raja itu di masa pendudukan namanya Jipang pada masa Mataram dan Yogyakarta itu kependudukan.
Nah, kata Barik, bicara soal kedudukan Belanda lebih lama lagi menjajah Jipang. “Tapi ini kembali ke Jipang awal pada saat Cepu sebagai tanah wakota. Kenapa begitu? Karena itu tergali budayanya,” ujarnya.
Dirinya mencontohkan, seperti blankon yang ada di era abad 17-an. Sementara Jipang itu ada pada abad 15. Nah, kata sang Raja ini, apakah pada saat itu orang tidak pakai topi penutup kepala? Menurutnya, inilah yang digali Jipang. Tujuan utamanya adalah tidak lain mengangkat budaya menjadikan Jipang tujuan wisata yang selanjutnya membangunkan ekonomi kreatif.
“Jadi, buat apa kita jadi raja, kalau nggak manfaat buat masyarakat? Kita angkat ekonomi kreatifnya. Jadi, orang asing datang ke Cepu bukan karena minyak. Minyak 1-10 tahun habis, tapi budaya makin dibeli makin hebat,” ungkapnya.
Jadi, ditegaskan dia lagi, bahwa TMII sangat memfasitasi gelaran seni budaya Jipang. Gusti Pangeran Raja Adipati Jipang II, Barik Barliyan Suryowiyoto juga berharap ke depan TMII terus berinovasi dalam pelestarian budaya nusantara.