Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Pengeluaran

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melaporkan bahwa perkembangan perekonomian Indonesia apabila dilihat menurut pengeluaran sepanjang Triwulan II Tahun 2017 terhadap Triwulan II Tahun 2016 atau secara Year on Year (YoY) terjadi hampir pada semua komponen, kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P).

Perumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nok Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,49 persen, kemudian diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMBT) sebesar 5,35 persen. Komponen Pengeluaraan Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,95 persen.

“Sruktur Produk Domestil Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan kelompok pengeluaran atau berdasarkan atas dasar harga berlaku pada Triwulan II Tahun 2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia,” ujar Kepala BPS Pusat Suhariyanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDB secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Ekspor Barang dan Jasa, Impor Barang dan Jasa, Pengeluaran Komsumsi Pemerintah (PK-P) sedangkan peranan Komponen PK-LNPRT dan Perubahan Inventori relatif kecil.

Apabila dilihat berdasarkan penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi nasional Triwulan II 2017 secara Year on Year (YoY) ternyata Komponen PK-RT merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 2,65 persen. Kemudian disusul dengan Komponen PMTB sebesar 1,69 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi nasional dari komponen lainnya sebesar 0,67 persen.

Ekonomi Indonesia Triwulan II Tahun 2017 terhadap Triwulan I Tahun 2017 secara (Q-to-Q) tumbuh sebesar 4,00 persen. Pertumbuhan terjadi hampir di seluruh komponen PDB pengeluaran kecuali Komponen Ekspor dan Impor Barang dan Jasa.

Pertumbuhan tertinggi didorong oleh Komponen PK-P dan Komponen PMTB yang tumbuh masing-masing sebesar 29,37 persen dan 2,95 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama Semester I Tahun 2017 mencapai 5,01 persen (C-to-C) melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 5,06 persen.

Pertumbuhan tertinggi selama Semester I Tahun 2017 dicapai oleh Komponen PK-LNPRT yang mencapai 8,27 persen, kemudian diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 5,76 persen dan Komponen PMTB sebesar 5,07 persen.

 

Lihat juga...