Posdaya Suryowijayan Turunkan Angka Keluarga Pra Sejahtera

YOGYAKARTA –  Meski baru didirikan pada dua tahun lalu, Posdaya RW 06, Kampung Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, dinilai telah banyak memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar.

Meski mengalami pasang surut, Posdaya RW 06 Suryowijayan juga dianggap telah mampu mengantarkan sebagian masyarakat ke arah yang lebih baik. Baik itu terkait bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan maupun religiusitas warga kampung.

Ketua Posdaya RW 06 Suryowijayan Yogyakarta, Hardi Prawoto, menceritakan, Posdaya di kampungnya didirikan pada 2015, lalu, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Selain menaungi berbagai kegiatan kampung yang sudah berjalan, Posdaya RW 06 juga menyusun berbagai program baru untuk memberdayakan warga masyarakatnya.

Bidang pendidikan menjadi salah satu prioritas pemberdayaan masyarakat di Kampung RW 06 Suryowijayan. Sejumlah program seperti Taman Pendidikan Alquran (TPA) hingga Bimbingan Belajar Ceria dijalankan untuk generasi muda. Jika TPA mengajarkan pendidikan keagamaan, Bimbel Ceria dijalankan untuk memberikan kesempatan belajar tambahan di luar sekolah bagi siswa kurang mampu yang tak dapat mengakses bimbel swasta.

“Awalnya Bimbel ini dijalankan oleh para mahasiswa KKN. Mereka mengajar anak-anak sekolah khususnya yang kurang mampu setiap sore hari. Namun kini, semua tenaga pendidiknya berasal dari kelompok Melati Muda yang merupakan pemuda-pemudi kader Muhammadiyah di kampung Suryowijayan ini. Termasuk untuk pengajar atau guru TPA,” katanya, Selasa (22/8/2017).

Di bidang kesehatan, Posdaya RW 06 Suryowijayan, mengajak warga untuk bersama-sama mewujudkan kampung bebas asap rokok. Yakni, dengan tidak merokok di dalam rumah termasuk dalam setiap pertemuan kampung. Meski tidak sampai melarang warga untuk merokok, adanya program ini sejak 2009 telah mampu membuat sebagian warga berhenti merokok dengan sendirinya.

Salah satu kegiatan bimbel. -Foto: Jatmika

Tak hanya itu, Posdaya RW 06 Suryowijayan juga rutin menggelar kegiatan Posdyandu Balita, Posyandu Lansia, Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Berencana (BKB) hingga pertemuan PKK. Selain memberikan pelayanan kesehatan, melalui berbagai kegiatan ini bermacam pemberdayaan maupun penyuluhan seperti kesehatan reproduksi hingga narkoba dijalankan.

“Di bidang lingkungan, kita menggalakkan warga untuk mempertahankan dan menanam pohon di halaman rumah. Kita juga melatih warga untuk mengelola dan mengolah sampah. Termasuk mewujudkan program kali (sungai) bersih, karena di wilayah kami ada yang berbatasan langsung dengan Sungai Winongo. Poskamling atau ronda juga masih rutin dijalankan dengan memberlakukan jimpitan (menngalim uang receh -red),” katanya.

Koperasi simpan pinjam bernama Koperasi 29 menjadi salah satu program Posdaya RW 06 Suryowijayayan di bidang ekonomi. Tak sekedar memberikan pelatihan-pelatihan usaha, melalui koperasi ini warga diberikan suntikan modal usaha berupa pinjaman lunak dengan bunga rendah. Memiliki 120 anggota, Koperasi 29 ini bahkan telah memiliki aset lebih dari Rp50 juta. Dengan alokasi pinjaman per orang mencapai Rp10 juta.

“Sejak adanya Posdaya, kesejahteraan warga semakin meningkat. Angka keluarga pra sejahtera yang awalnya mencapai 30 orang kini telah berkurang menjadi 26 orang saja. Tak hanya itu, sejumlah warga juga mulai semakin rajin beribadah dan mengikuti kegiatan di masjid kampung. Kegiatan TPA dan Bimbel juga semakin ramai,” katanya.

Meski begitu, Hardi tak menampik adanya kendala dalam mengembangkan Posdaya. Salah satunya adalah mengubah mental warga. Belum semua warga mendukung dan berkomitmen terhadap semua program yang dijalankan Posdaya RW 06 Suryowijayayan. Termasuk juga dalam melakukan kaderisasi pengurus atau pelaksana sejumlah kegiatan yang ada.

“Memang tidak mudah. Butuh proses. Harus pelan-pelan. Yang terpenting kita terus berusaha,” pungkasnya.

Lihat juga...