Posdaya Lumbung Arta Jaya Kembangkan Aneka Produk Kreatif
MALANG — Berbagai upaya telah dilakukan Posdaya Lumbung Arta Jaya untuk mensejahterakan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan perekonomian warga melalui ekonomi kreatif. Aneka produk kreatif berhasil dikembangkan oleh warga Perumahan Griya Permata Alam, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Ketua Posdaya Lumbung Arta Jaya, Erlin Sulistyawati, menjelaskan saat ini ibu-ibu anggota posdaya sudah banyak yang berwirausaha. Jenis usaha anggota posdaya dibedakan ke dalam tiga bidang yakni bidang pertanian dan peternakan, bidang industri dan rumah tangga, serta bidang perdagangan dan jasa.
“Di bidang pertanian dan peternakan, Ibu-ibu anggota Posdaya sudah cukup terampil mengolah makanan dari pisang, ubi jalar dan mbothe untuk dijadikan keripik. Mereka juga kita beri pembinaan dan pelatihan mengolah daging kelinci untuk dijadikan sebagai abon, sosis dan sate,” jelasnya.
Kemudian di bidang industri dan rumah tangga ada industri kerupuk, susu kedelai, bakpao, usaha kerajinan hantaran lamaran, kerajinan tas, dompet dan kerajinan kupu-kupu. Sedangkan di bidang perdagangan dan jasa terdapat usaha warung nasi, toko prancangan, jasa bengkel, jahit dan jasa konveksi pakaian.

Erlin mengatakan, dalam mengembangkan usahanya, Ibu-ibu anggota posdaya Lumbung Arta Jaya tersebut juga bisa mengajukan pinjaman ke Koperasi wanita (Kopwan) Pundi Arta Jaya.
“Sedangkan bagi keluarga yang tidak mampu dapat mengambil bahan-bahan produksi dengan pembayaran tempo melalui Sentra Kulakan Posdaya (Senkudaya),” jelasnya kepada Cendana News.
Lebih lanjut Erlin menyampaikan, pada 25 April 2015 yang lalu, posdaya Lumbung Arta Jaya mendapat bantuan hibah 50 juta rupiah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang bekerjasama dengan Dikti. Dimana dana hibah tersebut diperuntukan sebagai modal usaha ke Senkudaya untuk anggota posdaya.
Dikatakan, saat ini posdaya Lumbung Arta Jaya sudah melakukan kerjasama di bidang Senkudaya dengan Kopwan Ketindansari di Desa Ketindan dan Kopwan Kaliarto di desa Kali Rejo kecamatan Lawang.
“Kerjasama posdaya Lumbung Arta Jaya dengan dua kopwan tersebut sudah berjalan lancar. Modal semula dari senkudaya yang awalnya sebesar 50 juta rupiah, sekarang telah berkembang menjadi 60 juta rupiah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, posdaya Lumbung Arta Jaya juga mendapatkan bantuan berupa seperangkat komputer dan Tossa (sepedah motor roda tiga) sebagai sarana untuk mengirim barang-barang sembako ke anggotanya, imbuhnya.
Untuk pemasaran produk-produk dari anggota posdaya Lumbung Arta Jaya dikelompokkan sesuai dengan kegiatan usaha anggota. Produk makanan seperti Bakpao, krupuk, kue basah dipasarkan di area Kecamatan Karangploso. Untuk produk kerajinan seperti sulam pita, rajut, gorden sudah dipasarkan di wilayah Malang raya hingga luar kota.
Sedangkan untuk produk unggulan dari posdaya Lumbung Arta Jaya yakni kerajinan hiasan berbentuk Kupu-kupu dari shuttlecock bekas sudah dipasarkan hingga ke luar kota, luar pulau hingga ke luar negeri yang biasanya dibawa melalui Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Menurut Erlin, produk Kupu-kupu ini pemasarannya sudah cukup luas sehingga mampu banyak menyerap tenaga kerjakurang lebih 20-25 orang.
“Dulu di sini ada banyak pengrajin Kupu-kupu dari shuttlecock. Ada sekitar tujuh pengrajin. Hanya saja sayangnya sesama pengrajin ini belum memiliki paguyuban sehingga harga saling bersaing dan menjatuhkan. Tapi kebetulan anggota kami yang membuat kupu-kupu masih bertahan sampai sekarang,” terangnya.
Sementara itu, sejalan dengan keberhasilan Posdaya Lumbung Arta Jaya memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan aneka produk kreatif, Posdaya Lumbung Arta Jaya kini sering dijadikan rujukan studi banding dari berbagai daerah dalam rangka menghidupkan ekonomi kreatif.
