KUD Suluh Sejahtera Mandiri Seleksi Ulang Keanggotaan Unit Modal Kita

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Tahun 2022 ini KUD Suluh Sejahtera Mandiri yang merupakan Koperasi binaan Yayasan Damandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, mengaku akan fokus melakukan pembenahan secara menyeluruh pada unit usaha simpan pinjam Modal Kita.

Manager Usaha KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Siti Mutamimatul Ula, S.Pd. Foto: Jatmika H Kusmargana

Hal tersebut dilakukan mengingat sejak didirikan tahun 2018 silam, unit usaha ini banyak mengalami berbagai kendala akibat pandemi Covid-19. Selain banyak anggota nasabah yang menunggak, sejumlah pengurus di tingkat kelompok juga diketahui beberapa bermasalah. Sehingga mengakibatkan Koperasi merugi.

Manager Usaha KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Siti Mutamimatul Ula, S.Pd, mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan pihak Koperasi untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menyeleksi ulang keanggotaan koperasi khususnya nasabah unit Modal Kita. Dimana nasabah yang bermasalah akan di coret dari keanggotaan koperasi. Sehingga hanya menyisakan anggota berkualitas saja.

“Ternyata banyaknya jumlah anggota atau nasabah tidak bisa menjamin Koperasi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Namun meski jumlah anggota koperasi sedikit, namun jika mereka memiliki komitmen dan rasa memiliki yang tinggi terhadap Koperasi, justru itu akan lebih baik,” ujarnya belum lama ini.

Atas dasar itulah, sejak beberapa waktu terakhir, KUD Suluh Sejahtera Mandiri, mengaku telah mencoret keanggotaan sejumlah anggota maupun pengurus yang dinilai bermasalah. Baik itu yang tidak memiliki komitmen untuk membayar angsuran bulanan hingga yang mengemplang modal koperasi.

“Ada banyak nasabah yang kita saring dan keluarkan dari keanggotaan. Jika dulu anggota koperasi mencapai 1000 orang lebih. Saat ini hanya tinggal sekitar 900 an orang saja. Meski begitu, setiap nasabah yang masih memiliki tunggakan koperasi tetap terus kita tagih agar melunasi cicilan dan menjalankan kewajibannya,” ujarnya.

Ula berharap upaya ini dapat berjalan dengan baik, sehingga kondisi keuangan KUD Suluh Sejahtera Mandiri yang telah hancur dapat kembali pulih seperti sebelum-sebelumnya.

Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri menetapkan desa Kedungkandang, Malang, Sebagai desa binaan sejak tahun 2018 silam. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, Yayasan bentukan HM Soeharto ini, membentuk KUD Suluh Sejahtera Mandiri serta unit usaha simpan pinjam Modal Kita guna memberikan akses permodalan bagi warga.

Mendapat gelontoran dana pinjaman Yayasan Damandiri, unit Modal Kita KUD Suluh Sejahtera Mandiri, sempat memberikan bantuan pinjaman modal usaha bagi sebanyak 1.023 anggota.

Saat awal pembentukannya, unit Modal Kita KUD Suluh Sejahtera Mandiri ini bisa berjalan baik. Bahkan keberadaan unit ini tercatat turut mendorong munculnya UKM-UKM baru di desa Kedungkandang. Jika di awal pencanangan DCML di 2018 jumlah pelaku usaha hanya 590 orang. Pada 2020 jumlahnya berkembang menjadi 1.000 orang lebih pelaku usaha.

Sayangnya, sejak adanya pandemi Covid-19 pada 2020, unit usaha Modal Kita KUD Suluh Sejahtera Mandiri, mulai mengalami masalah. Dimana banyak anggota kehilangan pekerjaan sehingga membuat mereka tidak mampu membayar angsuran bulanan. Hingga saat ini kondisi tersebut terus berlanjut. Bahkan diketahui ada sejumlah pengurus di tingkat kelompok yang diketahui tidak membayarkan tagihan yang semestinya disalurkan ke Koperasi.

“Pemasukan Koperasi yang dulu bisa mencapai ratusan juta per bulan kini menurun drastis menjadi hanya sekitar Rp70 jutaan saja. Karena itu saat ini kita fokus menagih setiap anggota yang menunggak agar mau membayar angsuran. Setiap hari kita hubungi atau datangi langsung. Entah mereka mau membayar atau tidak yang terpenting kita terus berupaya,” katanya.

Lihat juga...