Mahasiswa KKN UIN-UNILA Gelar Pameran Kreasi dan Hasil SDA Pasuruan

LAMPUNG — Sebagai wilayah pedesaan berbasis pertanian masyarakat Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu desa yang mendapat kesempatan menjadi tempat belajar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung dan Universitas Lampung (Unila), angkatan 2013/2014.

Mahasiswa KKN UIN-Unila yang telah melaksanakan kegiatan KKN selama beberapa pekan sejak 29 Juli  dan akan berakhir 26 Agustus mendatang. Selama di desa para mahasiswa melakukan berbagai kegiatan di antaranya pengenalan lingkungan, mengajar anak anak usia sekolah serta melakukan pembelajaran kepada masyarakat tentang pemanfaatan hasil pertanian.

Mahasiswa  mengajarkan kepada masyarakat bagaimana membuat kreasi makanan yang bisa dimanfaatkan untuk makanan sehari hari dan jajanan anak sekolah. Sebagai salah satu kegiatan mahasiswa KKN UIN-Unila bahkan menggelar Pameran Kreasi dan Hasil SDA Pasuruan.

Menurut Ikrammuddin selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Pameran Kreasi dan Hasil SDA Pasuruan kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antara mahasiswa KKN UIN dan Unila serta pihak Desa Pasuruan yang berada di bawah kaki Gunung Rajabasa sebagai desa berbasis pertanian.

Hasil kreasi makanan berbahan produk pertanian Desa Pasuruan ditampilkan mahasiswa KKN UIN- Unila /Foto: Henk Widi.

Konsep pameran tersebut melibatkan masyarakat di wilayah Desa Pasuruan dalam pengenalan potensi desa yang bisa diolah menjadi makanan bernilai jual lebih tinggi dan dibandingkan jika hanya dijual dalam kondisi mentah atau belum diolah.

“Mahasiswa KKN yang terdiri dari berbagai program studi salah satunya pertanian dan juga tekhnik informasi memperlihatkan potensi desa yang sudah didata oleh kami. Selanjutnya kami  memberikan contoh beberapa hasil karya mahasiswa yang sudah menjadi hasil kuliner untuk bisa diikuti oleh masyarakat khususnya kaum wanita,” ungkap Ikrammuddin saat ditemui Cendana News, Rabu (23/8/2017).

Beberapa hasil sumber daya alam di Desa Pasuruan yang sementara ditampilkan seperti singkong, pisang, jagung, kelapa dan beras sebagai bahan baku, sekaligus beberapa hasil olahan kreasi para mahasiswa KKN yang sudah menjadi makanan menarik di antaranya singkong pelangi agar lumut, nugget pisang, es pisang ijo serta pancake pisang.

Kreasi berbagai makanan olahan beserta bahan baku yang disertakan tersebut diakui Ikrammuddin merupakan upaya mendorong masyarakat di Desa Pasuruan untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian. Mereka bisa bekerjasama dengan pelaku usaha kecil rumahan yang memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan di lingkungan desa.

Mahasiswa KKN UIN-Unila menjelaskan proses pembuatan makanan olahan berbahan hasil produk pertanian kepada anak anak usia sekolah Desa Pasuruan /Foto: Henk Widi.
Salah satu mahasiswa KKN menunjukkan hasil produk pertanian Desa Pasuruan yang bisa dimanfaatkan sebagai produk pangan bernilai jual tinggi /Foto: Henk Widi.

Salah seorang  mahasiswa KKN dari Universitas Islam Negeri Lampung, Susanti mengungkapkan berbagai kreasi makanan hasil mahasiswa KKN tersebut memiliki beberapa tujuan di antaranya memberi contoh bagi para orangtua dalam memberikan menu makanan,jajanan sehat bagi keluarga.

Selain itu bagi pemilik usaha pengolahan makanan jajanan sekolah berbagai kreasi makanan yang dibuat dari berbagai bahan baku akan menambah variasi makanan yang menyehatkan dan memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Anak anak usia sekolah juga dilibatkan dalam mengenal makanan berbahan hasil pertanian agar memilih jajanan sehat yang bisa dibuat oleh orangtuanya di rumah tanpa harus jajan di luar.

“Selama beberapa pekan kita tinggal di Desa Pasuruan berbagai potensi sumber daya alam khususnya bahan makanan telah kita kumpulkan dan beberapa bahan kita olah menjadi makanan yang kita pamerkan hari ini, ” tutur Susanti.

Meski baru membuat sebanyak lima jenis makanan kreasi berbahan baku hasil pertanian yang bisa diperoleh di lingkungan pedesaan lengkap dengan bahan, resep, cara pembuatan hingga penyajian Susanti dan mahasiswa lain mengaku memberikan berbagai kreasi lain dengan bahan baku yang sama.

Susanti menyebut selama ini pisang hanya diolah menjadi keripik,singkong menjadi keripik sedangkan kreasi yang menarik akan menjadikan hasil pertanian warga menjadi bernilai jual tinggi termasuk pengolahan menjadi produk produk minuman dari kelapa.

Mahasiswa KKN UIN dan Unila bahkan selain memperkenalkan proses pemanfaatan bahan baku hasil pertanian menjadi olahan produk makanan bernilai jual tinggi juga memberikan konsep penjualan serta ide ide bisnis dengan pembuatan cafe serta strategi pemasaran berbasiskan internet.

Pameran kreasi dan SDA Pasuruan diakuinya cukup menggugah bagi warga yang selama ini belum melakukan pengolahan hasil pertanian dengan maksimal akibat tidak adanya pelatihan dari instansi terkait.

Agnes, warga Desa Pasuruan mengungkapkan dengan adanya pemahaman potensi desa termasuk cara pemanfaatannya ia mengaku akan sangat membantu ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Menurut dia  meski tidak dibuat untuk dijual pengolahan makanan berbasis hasil pertanian bisa digunakan untuk mengurangi uang jajan anak dengan kreasi jajanan yang bisa diolah sendiri seperti nuget pisang serta makanan lain.

Kartini, Kepala Desa Pasuruan mengungkapkan kehadiran mahasiswa KKN UIN sebanyak 24 mahasiswa dan mahasiswa Unila sebanyak 5 orang di Desa Pasuruan bisa memberi masukan positif bagi masyarakat terkait potensi dan pemanfaatan lingkungan.

Beberapa kreasi makanan dari hasil pertanian dalam pameran kreasi dan SDA Pasuruan tersebut diakuinya akan dilanjutkan dengan melakukan pelatihan kepada kaum wanita di desa tersebut.

“Pameran ini sebatas pengenalan dan lanjutannya akan ada pelatihan kepada wanita di desa untuk melakukan pengolahan hasil pertanian bernilai jual lebih tinggi,” pungkas Kartini.

 

Lihat juga...