Pegiat Literasi Motor Perahu Pustaka Ajarkan Komputer Anak Pedesaan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan edukatif, pegiat literasi di Lampung Selatan ajarkan ilmu dasar komputer.

Ardy Yanto, pegiat literasi Motor Perahu Pustaka menyebut ilmu dasar komputer penting diajarkan bagi anak di pedesaan. Memanfaatkan perangkat komputer berupa monitor, CPU dan peralatan pendukung ia mengajari anak-anak di desanya.

Warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu menyebut komputer jadi salah satu alat yang perlu dikenalkan pada anak-anak.

Sebab komputer memiliki fungsi dalam sejumlah proses mengetik, mengoperasikan aplikasi dan berbagai fungsi untuk edukasi. Perangkat komputer berupa monitor, CPU dan perlengkapan lain dibelinya secara bertahap.

Perangkat komputer sebut Ardy Yanto merupakan barang bekas pakai atau second. Namun kondisi yang masih baik jenis komputer desktop bisa digunakan untuk pelajaran dasar.

Peralatan komputer sederhana dimanfaatkan Ardy Yanto pegiat literasi Motor Perahu Pustaka di Desa Kelawi, Bakauheni, Lampung Selatan untuk belajar anak-anak, Kamis (21/10/2021) – Foto: Henk Widi

Sejumlah materi yang diajarkan sebutnya berupa pengenalan bagian komputer, menghidupkan dan mematikan, pengoperasian mouse, aplikasi menulis Words hingga mengetik sepuluh jari memakai keyboard.

“Bagi anak-anak di desa, mengenal komputer jadi salah satu ilmu yang menyenangkan karena alat tersebut hanya bisa ditemui saat sekolah, saya membelinya bertahap hingga semua perangkat komputer bisa dioperasikan,” terang Ardy Yanto saat ditemui Cendana News, Kamis (21/10/2021).

Ilmu dasar komputer sebut Ardy Yanto diajarkan pada sang anak yang duduk di kelas 4 sekolah dasar. Sejumlah anak-anak di sekitar tempat tinggalnya juga mendapat kesempatan untuk belajar komputer dari fasilitas yang ada.

Memanfaatkan CPU dengan harga second Rp1 juta berkapasitas RAM 4 GB ditambah RAM eksternal 500 GB ia bisa melatih anak-anak mengoperasikan komputer.

Ardy Yanto bilang mengajarkan ilmu komputer pada anak-anak sementara memakai satu unit. Namun ia berencana akan menambah beberapa unit komputer untuk mengajarkan anak-anak di desanya.

Ia beralasan komputer desktop bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar. Meski sesuai perkembangan zaman, jenis komputer jinjing atau laptop marak digunakan, komputer desktop masih relevan.

“Anak-anak usia SD yang belum pernah mengoperasikan komputer bisa belajar materi dasar pengenalan letak huruf, menyimpan data usai mengetik,” terangnya.

Rencananya, Ardy Yanto akan membuka kursus komputer bagi anak-anak sepekan sekali. Kursus yang akan dilakukan gratis tersebut bertujuan agar anak-anak di pedesaan bisa memiliki tambahan ilmu komputer.

Di sela sela belajar komputer, rumah yang digunakan sekaligus sebagai perpustakaan tersebut juga menyediakan beragam buku. Sejumlah buku bacaan menjadi bahan untuk belajar mengetik.

Kendala biaya sebut Ardy Yanto membuat ia belum bisa melengkapi peralatan komputer miliknya. Ia memilih memanfaatkan uang hasil usahanya sebagai penyedia jasa pembuatan stempel, kunci.

Ia menyebut membeli perlengkapan komputer murni untuk kegiatan belajar anak-anak. Beruntung sejumlah donatur memberinya perlengkapan mouse untuk anak-anak belajar. Ia juga berencana akan menambah fasilitas internet untuk akses belajar anak secara online.

“Mengumpulkan sejumlah peralatan secara bertahap agar perangkat komputer bisa lebih lengkap,” ulasnya.

Meysa Saqira, sang anak yang duduk di bangku SD kelas 4 menyebut sebelumnya belum pernah mengoperasikan komputer. Bersama sejumlah anak sebaya ia diajarkan oleh sang ayah untuk mempelajari bagian-bagian komputer.

Pelajaran sejumlah bagian komputer sebutnya dimulai dari mempelajari melalui buku. Salah satu keinginan yang ingin dipelajari sebutnya menulis di komputer.

“Selama ini belajar menulis masih memakai telepon android milik ayah tapi belum pernah memakai keyboard komputer,” ulasnya.

Bersama anak-anak seusianya Meysa Saqira menyebut keberadaan komputer sangat membantunya. Ia bisa mempelajari cara pengoperasian hingga menggunakan aplikasi.

Sejumlah aplikasi yang dipelajari berupa mengetik di Words, menggambar hingga cara menyimpan tulisan. Mempelajari komputer bagi anak-anak di pedesaan sebutnya jadi variasi belajar selain membaca buku.

Lihat juga...