Di Sumbar, Ada Investasi Melalui Desa Nabung Saham
PADANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sangat mendukung program investasi saham yang diperuntukan bagi masyarakat di perdesaan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diberi nama program “Desa Nabung Saham”.
“Program Desa Nabung Saham ini sangat bagus. Karena mengajarkan masyarakat untuk menabung saham. Apalagi, di Sumbar jumlah desa sangat banyak,” ujar Kepala OJK Sumbar, Indra Yuheri, Rabu (23/8/2017).
Selain itu, Indra juga menyarankan agar para investor terutama masyarakat desa untuk terus mengedukasi diri mengenai seluk beluk investasi saham. “Untuk itu, BEI sangat berperan dalam hal ini untuk mensosialisasikan para investor di pedesaan mempelajari investasi saham ini,” katanya.
Indra menyebutkan, sebagai investor pasar modal harus paham apa yang dibeli, serta harus paham soal pembelian saham, dan lain-lainnya. Selain itu diingatkan jangan ada pihak yang menyalahgunakan untuk menawarkan investasi bodong. Karena, penipuan mengatasnamakan investasi masih marak terjadi, dan masih banyak masyarakat yang tertipu.
“Jadi, sebagai langkah antisipasi awal investor menamkan sahamnya. Carilah perusahan yang benar-benar resmi terdaftar di bursa dan OJK,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Padang, Reza Shadat Sahmeini mengatakan, bahwa program “Desa Nabung Saham” merupakan program BEI untuk mengajak para warga desa berinvestasi di pasar modal.
“Jadi dalam waktu dekat, BEI datang ke desa-desa untuk memperkenalkan investasi yang sesungguhnya, yakni instrumen saham. Sebab, saat ini warga desa sangat rentan untuk menjadi korban para pelaku investasi bodong,” tukasnya.
Ia yakin BEI bisa bersaing dengan para penawar investasi bodong di masyarakat dengan melakukan edukasi yang menyeluruh. Warga desa harus tahu bahwa berinvestasi merupakan modal untuk jangka panjang dan rasa memiliki sebuah perusahaan.