Kepala BMKG : Lima Pilar Penting Jembatani BMKG dengan Masyarakat
MAUMERE — Hasil pemantauan iklim, cuaca serta potensi bencana yang dilakukan Badan Meteorologi, Kilmatologi dan Geofisika bisa berguna, diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat apabila BMKG menggandeng atau bekerjasama dengan 5 pilar yakni pemerintah daerah, dunia pendidikan, swasta, DPR dan media.
Demikian disampaikan Kepala BMKG pusat Dr.Andi Eka Sakya,M.Eng saat peresmian gedung dan operasional radar cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Rabu (23/8/2017) siang.
Dikatakan Andi, peran media sangat penting untuk menjembatani BMKG dengan masyarakat. Dalam hal ini media berfungsi agar bahasa-bahasa teknis diolah menjadi bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat sehingga pesan yang disampaikan bisa diketahui.
“Mudah-mudahan pembangunan radar cuaca yang baru pertama ada di Flores ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan membawa berkah bagi masyarakat di Sikka dan Flores umumnya,” ungkapnya.
Sementara itu anggota komisi V DPR RI H.Syahrulan Pua Sawa dalam kesempatan tersebut juga mengatakan,radar cuaca sangat penting bagi masyarakat di Flores untuk memudahkan dalam pemantauan cuaca.
Sebagai anggota dewan Syahrulan mengaku akan memperjuangkan agar di Flores minimal selain di Maumere akan dibangun di Ende dan Alor sebab alatnya sangat mahal sehingga minimal kita di Flores dan Alor dibangun 3 radar cuaca.
“Saya selalu perjuangkan agar sesuatu yang sangat penting untuk masyarakat akan saya perjuangkan apalagi daerah kita termasuk daerah rawan bencana termasuk tsunami,” tuturnya.
Sedangkan Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BMKG yang memilih membangun stasiun radar cuaca di Maumere sehingga bisa memberikan informasi cuaca kepada pemerintah daerah.
Terutama kata Ansar sapaannya data-data yang penting terkait potensi bencana yang akan terjadi sehingga melalui data tersebut pemerintah bisa menginformasikan kepada masyarakat agar bisa waspada dan kapan harus melakukan evakuasi.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III, Drs. M. Taufik Gunawan dalam penjelasannya menyebutkan, pembangunan gedung dan radar cuaca Maumere menghabiskan dana sekitar 19 miliar rupiah.
Radar cuaca terang Taufik merupakan alat bantu untuk mengamati cuaca secara khusus berupa hujan,awan, arah dan kecepatan angin dalam radius yang cukup luas hingga ribuan kilometer sehingga memungkinkan menentukan lokasi dan pergerakan hujan secara lebih detail.
“Radar cuaca bermanfaat untuk memberikan layanan informasi penerbangan, deteksi bencana hujan dan potensi banjir, deteksi arah dan kecepatan angin serta potensi puting beliung,” jelasnya.
Selain itu lanjut Taufik, radar cuaca berfungsi mendeteksi potensi petir, memberikan informasi kepada syahbandar dan nelayan, peningkatan produksi pangan serta membantu data untuk klaim asuransi dan sebagainya.