Begini Cerita Mahasiswa KKN Dampingi Pasien Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kali ini dengan mengambil tema kemanusiaan. Para mahasiswa KKN disebar pada beberapa titik untuk mendampingi pasien Covid-19 dan membantu tenaga medis.

Salah satu mahasiswa KKN, Citra Nurul Setyaningrum mengungkapkan, banyak pelajaran berharga yang diperolehnya selama menjalani masa KKN selama 32 hari di tempat isolasi terpusat, Pondok Slamet, Baturaden, Kabupaten Banyumas. Mulai dari belajar bersabar, disiplin, memeriksa kesehatan hingga keharusan untuk berempati.

“Mereka merupakan pasien Covid-19 yang membutuhkan dukungan moral, sehingga rasa empati mutlak dibutuhkan, supaya kita bisa masuk dan melebur dengan mereka, tujuannya adalah lebih mudah dalam mendampingi dan mengarahkan,” tuturnya, Kamis (19/8/2021).

Terkait kegiatannya selama KKN, Citra bercerita, pagi hari seluruh penghuni tempat isolasi terpusat harus mengikuti senam yang dilanjut dengan berjemur. Setelah itu dibagikan makan pagi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan rutin.

“Jadi kita berkeliling menemui satu per satu pasien Covid-19 dan menanyakan seputar kondisi mereka, apakah ada keluhan kesehatan dan sebagainya. Selanjutnya kita catat dan kita konsultasikan ke dokter yang mendampingi,” jelasnya.

Mahasiswa jurusan Teknologi Laboratorium Medik UMP ini mengatakan, ia dan rekan-rekan KKN lainnya, selalu berusaha untuk membuat kegiatan yang menyenangkan, guna mengisi waktu luang para pasien Covid-19.

Mulai dari kegiatan atau permainan sederhana, berdiskusi atau hanya sekedar mengobrol ringan saja. Di mana tujuan utamanya adalah mengusir rasa bosan dan membuat mereka bahagia.

“Kita jaga sekali, jangan sampai pasien stres, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap imunitas tubuh,” katanya.

Mahasiswa KKN lainnya, Kartika Sari Dewi mengungkapkan, ia mendapat banyak pengalaman dari KKN tematik tersebut.

Kartika mengaku mendapat kesempatan untuk mendampingi ibu hamil yang terpapar Covid-19. Sehingga ia melihat langsung perjuangan ibu hamil tersebut untuk sembuh dari Covid-19, sampai dengan melahirkan.

“Waktu melahirkan, saya juga ikut mendampingi. Jadi selama menjalani perawatan, ibu tersebut berjuang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk bayi dalam kandungannya. Ia berusaha untuk mengonsumsi makanan dan gizi yang cukup, walaupun sebenarnya untuk makan tidak enak rasanya, namun demi calon anaknya, ia terus berusaha untuk tetap makan,” tuturnya.

Baik Citra maupun Kartika mengatakan, selama melakukan kegiatan, mereka dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan pasien Covid-19, pemakaian masker, sarung tangan hingga konsumsi vitamin setiap harinya.

Kerja keras dan kerja kemanuasian mereka berbuah manis, saat KKN yang terdiri dari 3 SKS tersebut mendapatkan nilai A.

Lihat juga...