Mahasiswa KKN Ajari Warga Berinovasi
LAMPUNG — Kreativitas dan ide brilian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kerap menjadi inspirasi bagi masyarakat. Salah satunya, kelompok 162 yang berasal dari mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Ikrammuddin, salah satu mahasiswa anggota kelompok 162, mengatakan, penempatan mahasiswa di desa menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat yang ada di pedesaan, termasuk keunggulan produk masyarakat khususnya di bidang pertanian, yang selanjutnya bisa diolah menjadi produk makanan dengan nilai jual tinggi dan bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu upaya meningkatkan nilai jual dan nilai tambah hasil produk pertanian tersebut, antara lain berbagai jenis kue menarik yang merupakan ide dan gagasan kelompok 162 KKN UIN Raden Intan Bandarlampung.
“Melalui hasil musyawarah serta melakukan pemantauan hasil unggulan warga Desa Pasuruan, selanjutnya kita sepakat melakukan pembuatan berbagai kue tradisional yang merupakan program unggulan kelompok 162 KKN UIN Lampung dan sudah kita tampilkan dalam pameran kreasi dan sumber daya alam Pasuruan pekan ini,” terang M. Ikrammuddin, Jumat (25/8/2017).
Kreasi produk unggulan hasil pertanian Desa Pasuruan tersebut bahkan dikerjakan oleh 7 mahasiswa wanita yang sementara 4 mahasiswa laki-laki mengerjakan proses pemasangan banner, termasuk pembuatan orang-orangan sawah untuk aksesoris yang bisa digunakan sebagai ide pembuatan orang-orangan sawah oleh petani. Sebab, selama ini ia melihat sebagian besar petani saat musim hama burung pipit kerap membuat pengusir burung dengan alat seadanya.

Beberapa kreasi yang dibuat oleh mahasiswa di antaranya pancake pisang, es pisang ijo, nugget pisang, singkong pelangi, agar lumut yang dibuat dengan kerja keras anggota kelompok 162 KKN UIN Raden Intan Lampung. Proses pembuatan kue-kue tersebut selanjutnya ditampilkan dalam pameran kreasi SDA Pasuruan pada (23/8) yang murni merupakan hasil kreasi kelompok 162 KKN UIN Raden Intan Lampung di Desa Pasuruan. Bahkan, dalam kegiatan tersebut juga mengundang mahasiswa KKN dari Universitas Lampung yang juga menjalankan program KKN di Desa Pasuruan, sebagai tamu dalam acara tersebut, sehingga ia sekaligus mengklarifikasi, bahwa kreasi yang ditampilkan tersebut murni merupakan hasil kerja keras Kelompok 162 UIN Raden Intan Lampung.
Pembuatan kue-kue kreasi produk unggulan di Desa Pasuruan tersebut diakuinya sekaligus menampilkan keunggulan program yang disusun oleh kelompok 162 KKN UIN Raden Intan Lampung dalam pengolahan dan pemanfaatan produk pertanian menjadi makanan bernilai jual tinggi.
Nilai jual yang tinggi tersebut, bahkan menyesuaikan dengan beberapa menu kue sejenis yang dijual di sejumlah kafe atau penyedia menu es pisang ijo, pancake pisang, bisa dijual dengan harga sekitar Rp8ribu jauh dibandingkan nilai jual pisang utuh yang saat ini satu tandan berisi beberapa sisir pisang hanya seharga Rp8ribu.
“Pembuatan kreasi makanan berbahan baku produk pertanian yang kami gagas sekaligus memberi contoh kepada warga dalam menambah penghasilan,” terang Susanti.
Sementara itu, Ketua kelompok 162 KKN UIN Raden Intan Lampung, Panji, mengatakan, KKN menjadi sebuah pengalaman berharga, terutama bisa mengenal kondisi masyarakat di Desa Pasuruan. Bekerjasama dengan sesama mahasiswa dari berbagai program studi, menyatukan ide serta merealisasikan ide dalam kegiatan di desa yang sudah sukses digelar, di antaranya pameran kreasi dan sumber daya alam Pasuruan merupakan kerjasama tim.
Selama melaksanakan KKN, kata Panji, seluruh mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung juga memberi tambahan pelajaran bagi anak-anak usia sekolah di desa tersebut di Aula Balai Desa Pasuruan, sementara mahasiswa lain juga mengajar mengaji di Masjid Miftahul Huda
Pasuruan dengan jumlah murid mencapai 20 anak lebih.
“Kita banyak belajar dan menimba pengalaman dari masyarakat dan juga memberi hal hal positif bagi masyarakat dalam kreasi-kreasi produk unggulan dan mengajar anak anak”, terang Panji.
Selama menjalankan masa KKN, ia dan beberapa mahasiswa lain mengaku mendapatkan tantangan baru dengan harus tinggal di tempat lain dengan suasana yang baru harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang baru, bahkan beberapa mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa yang sebelumnya belum pernah terpisah dari orang tua, karena tempat kuliah dan tempat tinggal berdekatan.
Beberapa mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung merupakan mahasiswa semeseter VII dari beberapa wilayah, di antaranya dari Lampung Barat, Tangerang Provinsi Banten dan beberapa kabupaten dari Lampung Selatan yang tergabung dalam kelompok 162 berbarengan dengan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung lain di desa yang lain pula.