Kue Mangkuak, Panganan Khas yang Menggoda Lidah

PADANG — Kue Mangkuak, panganan khas Sumatera Barat satu ini memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan yang lainnya. Rasanya yang manis mampu menyaingi makanan asal Eropa dan sejenisnya karena tampilan dan rasanya yang begitu menggoda.

Kue ini tidaklah begitu sulit ditemukan, hampir di setiap daerah di Minangkabau rata-rata memproduksinya. Namun yang membedakan hanya kreasi dan rasanya. Salah satu daerah yang dapat ditemui panganan berbahan santan ini di antaranya di Jalan Simpang Tabek, Pasar Kuok, KM 95 Batang Kapeh Kabupaten Pesisir Selatan.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan di antaranya adonan tepung, gula merah, dan santan. Sedangkan untuk cetakannya menggunakan cetakan tempurung kelapa, cetakan khusus yang terbuat dari benda plastik (kara-kara).

Pemilik sekaligus pengelola kue mangkuak di Batang Kapeh, Etek Epa menjelaskan bahan-bahan yang digunakan tidaklah banyak, yakni tepung beras, gula merah, gula pasir, dan santan kelapa. Sedangkan alat tempat memasaknya menggunakan dandang yang berukuran besar.

Namun, untuk memasak kue mangkuak ini, tidaklah di rebus, digoreng, atau bahkan dibakar. Akan tetapi dihangatkan di atas panas uap air yang mendidih, karena hanya perlu mendapatkan suhu yang panas, sehingga adonan kuenya bisa matang dan perpaduan rasa manis gula merah dengan santan kelapa berpadu dalam cetakan tersebut.

Etek Epa pemilik usaha kue mangkuak Batang Kapeh yang ditemui di dapur tempat menjual kue mangkuak/Foto: M. Noli Hendra

Etek Epa menjelaskan, cara membuat adonan kue mangkuak itu, tepung beras dan gula merah yang telah dicair dengan air panas, diaduk-aduk hingga merata dan mengental. Jika sudah mengental, dimasukan ke dalam cetakan, lalu taruh di atas dandang. Proses selanjutnya, perlu melihat tingkat kematangannya, jika sudah dalam kondisi setengah matang, barulah ditebarkan deta, yang terbuat dari santan kelapa yang mengental. Apabila itu sudah dilakukan, tunggulah sekira sepuluh menit, maka kue mangkuak sudah bisa dinikmati.

“Saat ini saya punya dua ribu cetakan. Dengan waktu buka usaha mulai pukul 06.00 Wib pagi dan hingga pukul 18.00 Wib, bisa dikatakan hampir sepuluh ribu kue yang dicetak dan terjual habis,” katanya, Sabtu (26/8/2017).

Untuk harganya sendiri, kue mangkuak itu dijual Rp1.000 untuk satuan. Selain rasa yang enak, harga yang murah juga membuat Dengan harga yang demikian, membuat kue mangkuak Etek Epa sangat laku terjual. Bahkan, pembelinya tidak hanya dari masyarakat sekitar Batang Kapeh, akan tetapi juga datang dari provinsi tetangga, seperti Riau, Bengkulu, dan Jambi.

Salah seorang pembeli kue mangkuak asal Surantiah, Yunita mengatakan, kue mangkuak paling enak dimakan di waktu masih ada rasa panasnya. Hal itu dikarenakan, perpaduan rasa manis dan deta putih dari santan kelapa itu sungguh lezat.

Bahkan ia menyebutkan, kue mangkuak paling pas di makan diwaktu pagi, ditemani dengan segelas teh manis atau dengan kopi manis.

Lihat juga...