Erna, Lima Tahun Jualan Kue dan Es Buah di Maumere
MAUMERE – Berjualan es buah membawa keuntungan yang lumayan dan selain itu hampir saban hari ada saja pembeli sehingga perputaran uang hasil usaha lebih lancar serta pekerjaan pun tidak terlalu berat.
Hal ini yang membuat Erna Djingi, warga Sikka kelahiran pulau Sabu kabupaten Sabu Raijua berani banting setir berjualan es buah setelah 5 tahun berjualan kue yang dititipkan di swalayan Roxy kota Maumere.
“Kalau jual es buah tiap hari ada saja orang yang beli sehingga keuntungan bisa didapat tiap hari sementara jual kue kering tunggu kuenya habis semua dulu baru uangnya dikasih,” ungkapnya.
Saat ditemui Cendana News Sabtu (5/8/2017) siang Erna terlihat sibuk meramu es buah dan memasukkan ke dalam gelas plastik untuk diserahkan kepada adiknya Dina Pah dan keponakannya Angel untuk dicampur dengan sirup dan es batu sebelum diberikan ke pembeli.
Erna mengaku bisnis kue kering kecil-kecilan miliknya pun sudah mulai berkurang sebab waktunya habis terkuras untuk berdagang es buah dan bila ada waktu lowong baru dirinya membuat kue kering untuk dititipkan di swalayan Roxy.
“Kalau anak saya libur sekolah saya punya waktu buat kue. Kalau Natal atau Lebaran saya juga suka buat sebab banyak orang yang pesan kue,” terangnya.
Belajar Otodidak
Erna mengaku belajar membuat es buah dari saudara-saudaranya yang berasal dari Sabu dan setelah melihat-lihat dirinya memberanikan membuat sendiri dan memberikan kepada orang untuk dicicpi.
Setelah dirasa sudah pintar dan rasanya pun enak, Erna berani membuka jualan es buah sekitar 3 tahun lalu dan saban hari dirinya berjualan sejak pukul 08.30 WITA hingga pukul 15 sampai 16.00 WITA tergantung banyaknya pembeli dan stok yang tersedia.
Es buah yang dijual Erna sekilas mirip dengan es buah lainnya dengan bahan agar-agar, sirup, susu kental manis dan buah-buahan namun dirinya menambahkan buah-buahan sesuai selera pembeli disesuaikan dengan musimnya.
“Biasanya pakai papaya dan nangka tapi saya pakai juga alpukat dan nanas kalau sedang musim tapi itu juga tergantun selera pembeli,” ungkapnya.
Ibu 3 orang anak perempuan ini pun bukan hanya menjual es buah saja tetapi juga menjual bubur kacang ijo dan pisang ijo (pisang hijau) yang membuat usahanya sedikit berbeda dari yang lainnya.
Selama berada di tempat jualannya pembeli es buah dan kacang hijau hampir seimbang banyaknya dimana hampir setiap menit selalu saja ada pembeli sebab cuaca di kota Maumere sedang panas terik.
“Es buah, bubur kacang hijau dan pisang hijau saya jual dengan harga sama 5 ribu segelasnya dan tidak terlalu mahal sebab disesuaikan dengan kemampuan pembeli yang banyak dari kalangan anak muda,” ungkapnya.
Erna mengaku membayar retribusi yang dipungut pegawai Dispenda Sikka sebesar 54 ribu rupiah sebulan dan jualannya paling ramai diserbu pembeli saat bulan Oktober sampai November dimana bisa mendapat pemasukan 2 sampai 3 juta rupiah sehari.
“Kalau sepi paling sehari dapat 400 sampai 500 ribu rupiah saja tapi kalau ramai kami bisa untung bersih sehari sampai 500 ribu rupiah,” tuturnya.
Dalam berjualan, Erna mengaku sudah meminta ijin ke pemilik swalayan Roxy sehingga dirinya bisa berjualan di pojok utara halaman parkir swalayan tersebut dengan bermodalkan terpal plastik dan beberapa kursi plastik.
Buah-buahan yang sudah dimasukkan ke dalam gelas akan dicampur dengan sirup dan susu kental manis serta es batu yang dihaluskan. Bila ramai dirinya akan kesulitan bila belum memasukkan buah ke dalam gelas terlebih dahulu.
“Kadang kalau ramai kami kewalahan juga melayani pembeli tapi saya bersyukur usaha saya ramai meski sepanjang jalan Don Thomas ada dua penjual es buah,” pungkasnya.
Sely salah seorang pembeli yang ditemui Cendana News mengaku senang membeli es buah sebab cuaca kota Maumere sangat panas dan rasa es buahnya pun enak apalagi dicampur dengan susu kental.
Namun dirinya pun mengakui kadang membeli bubur kacang ijo juga yang dapat dicampur dengan es batu seminggu 2 kali saat pagi atau sore hari untuk dibawa ke kantor atau ke rumah.
“Harganya pun murah dan enak sehingga bisa dimakan di kantor dan di rumah hanya untuk sekedar menghilangkan haus dan lapar di tempat kerja atau sepulang kerja dan capek,” pungkasnya.
