Hidangan Lezat Puding Mozaik Maumere

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Puding, salah satu menu makanan pencuci mulut yang biasa dihidangkan untuk dikonsumsi sehabis makan selain buah-buahan.

Puding pun biasa dihidangkan di acara-acara pernikahan dan disajikan di restoran yang ada di hotel-hotel termasuk di Kota Maumere dan pembuatannya tergolon mudah.

“Saya mengajarkan peserta pelatihan kuliner untuk membuat puding sehingga bisa dibuat sendiri dan dijual. Juga bisa dihidangkan kepada para tamu di rumah makan,” sebut Yoseph Werang, koki di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Sabtu ( 23/10/2021).

Yoseph menjelaskan, bahan untuk membuat lapisan pertama berupa satu bungkus nutrijel strawbery 15 gram, 3 sendok makan gula pasir dan 600 mililiter air.

Salah seorang koki yang memberikan pelatihan kuliner, Yoseph Werang (kanan), Sabtu (16/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Lanjutnya, lapisan kedua untuk jeli warna-warni bahannya berupa satu bugkus nutrijel plain, 1 bungkus agar-agar plain warna putih serta 1.200 mililiter air. Selain itu kata dia, siapkan juga pewarna orange, hijau, merah, ungu atau hitam.

“Bahan untuk puding susu terdiri dari satu bungkus nutrijel lecy, satu bungkus agar-agar plain tanpa warna.Siapkan juga 200gram gula pasir, 3 sendok makan tepung maizena dan 600 mililiter susu cair,” paparnya.

Yoseph menjelaskan, cara membuatnya diawali dengan membuat lapisan pertama dengan cara mencampur semua bahan jadi satu dan tercampur merata.

Dia menambahkan, masak semua bahan tersebut hingga mendidih lalu dicetak pada cetakan dengan ukuran panjang 30 dan lebar 28 sentimeter.

Sambungnya, untuk membuat lapisan kedua dilakukan dengan memasak sesuai urutan warna, diamkan sampai mengeras lalu potong berbentuk segi empat atau dadu.

“Untuk membuat lapisan ketiga, masak sampai mendidih lalu masukan bahan lapisan dua yang dipotong berbentuk dadu lalu aduk hingga merata. Sesudahnya tuangkan di atas lapisan pertama,” ucapnya.

Yoseph menambahkan, sisa dari bahan lapisan pertama dipanaskan lagi sampai cair lalu tuang di atas lapisan tiga dan diamkan sampai mengeras lalu hidangkan di piring desert.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan kuliner yang diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Elisia Digma Dari mengaku tertarik belajar mengenai pembuatan puding sebab makanan ini  jarang dihidangkan di rumah makan.

Elis sapannya mengakui, bila sudah mahir membuat puding, dirinya akan mencoba memasarkannya di kedai miliknya atau dijual secara daring termasuk ke pelanggan yang suka membeli kuliner olahannya.

“Padahal membuat puding tidak terlalu sulit dan dapat diolah dalam berbagai rasa tergantung  kebutuhan kita. Adanya pelatihan membuat pelaku usaha khususnya rumah makan dan hotel bisa menghidangkannya kepada para tamu,” pungkasnya.

Lihat juga...