Pepes Tenggiri Kemangi Olahan Boga Bahari Penggugah Selera
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Olahan berbahan ikan laut jadi salah satu alternatif menu lauk saat akhir pekan. Ikan tenggiri jadi salah satu pilihan olahan boga bahari untuk sajian keluarga.
Stevani, warga Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung menyebut memilih ikan tenggiri. Ikan dengan ciri khas rasa gurih dijadikan menu pepes melalui proses pengukusan.
Stevani bilang memilih ikan tenggiri ukuran kecil hasil tangkapan nelayan jaring payang. Ikan pelagis atau permukaan yang hidup bergerombol itu lezat diolah sebagai pepes. Bahan ikan tenggiri langsung dibeli usai proses jaring payang. Kesegaran ikan tenggiri membuatnya mengolah dengan cara dipepes agar terjaga kesegarannya.
Bahan yang digunakan sebut Stevani berupa 500 gram ikan tenggiri ukuran kecil. Bahan bumbu yang disiapkan berupa cabai hijau utuh, garam, daun kemangi, air jeruk nipis. Bumbu halus dibuat dari bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, serai, merica dan lengkuas. Siapkan daun pisang kepok sebagai pembungkus pepes.
“Ikan tenggiri berukuran kecil bersihkan pada air mengalir lalu lumuri dengan air jeruk nipis dan garam untuk menghilangkan aroma amis, tiriskan pada wadah agar air kering,” terang Stevani saat ditemui Cendana News, Sabtu (23/10/2021).

Tahap selanjutnya daun pisang yang telah dilayukan hamparkan pada meja. Campurkan bumbu halus dari beragam rempah yang telah digerus. Tahap selanjutnya bungkus dengan daun pisang. Bahan daun kemangi dan cabai hijau utuh bisa dilapisi pada ikan setelah itu daun pisang disemat memakai lidi.
Setelah semua ikan tenggiri dilumuri bumbu, diberi daun kemangi, kukus memakai daun pisang. Kukus ikan tenggiri dalam pengukus selama 30 menit. Pengukusan dilakukan pada panci khusus hingga matang. Tanda ikan tenggiri matang dalam proses pemepesan dilakukan dengan membuka bungkus daun pisang.
“Buka bungkus daun pisang yang telah layu dan ikan telah matang ditandai daging mudah terpisah dari duri,” terang Stevani.
Aroma harum daun kemangi, berbagai bumbu rempah sebut Stevani bisa menjadi penanda pepes ikan tenggiri matang. Setelah pepes ikan matang, sajikan dalam kondisi hangat bersama bungkus daun pisang. Penyajian dalam kondisi hangat memberi sensasi aroma kemangi dan rempah yang masih menguap menggugah selera.
Ikan tenggiri yang dipepes sebut Stevani sengaja dipilih ukuran kecil. Meski memiliki ukuran kecil namun rasa ikan tenggiri yang khas memiliki tekstur daging lembut, lunak dan gurih. Bumbu rempah juga jadi salah satu sumber untuk penghangat badan sekaligus peningkat stamina.
“Pepes ikan tenggiri dengan kemangi dan beragam bumbu menjadi cara pengolahan ikan tanpa minyak sehingga dijamin menyehatkan,” cetusnya.
Pepes ikan tenggiri sebut Stevani masih bisa dinikmati maksimal dua hari. Ia menyebut pepes ikan tenggiri bisa kembali dihangatkan dengan proses pengukusan. Pengukusan ulang sekaligus menjadi cara agar tulang ikan tenggiri lebih lunak, mudah dipisahkan dari daging.
Ardian, sang keponakan menyukai menu pepes ikan tenggiri kemangi. Aroma wangi daun kemangi menjadi penggugah selera untuk makan kala sarapan. Daging ikan tenggiri yang lembut bisa dipisahkan dari duri atau tulang memakai sendok garpu. Nasi hangat dengan lauk daging ikan tenggiri pepes sebutnya sangat lezat.
“Rasanya gurih dan wangi membuat makan jadi tambah berselera,” ulasnya.
Sementara Qiandra Ataya, menikmati pepes ikan tenggiri dengan nasi hangat. Agar lebih mudah menikmati pepes ikan tenggiri, oleh Stevani bagian duri telah disingkirkan. Daging ikan tenggiri yang telah dipepes memiliki tekstur lembut, gurih.
Pepes ikan tenggiri sebutnya bertabur dengan cabai dan bumbu lain. Cabai yang dibiarkan tetap utuh memudahkannya untuk disingkirkan. Sebab rasa pedas cabai yang dipepes lebih terasa. Daging ikan tenggiri yang dipepes semakin lezat disantap bersama daun kemangi dan bumbu rempah yang lezat bersama nasi hangat.